Don't eat that apple!

Don't eat that apple!

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 4, 2019
"Manusia memang begitu, melihat kata 'jangan' malah semakin tertantang untuk melakukannya. Payah!" Sebenarnya Shafa ingin mengelak, tapi ucapan laki-laki aneh itu baru saja terjadi padanya. Jadi, ia akui itu. "Hmm, tapi kau kan juga manusia, jadi kau juga payah!" "Siapa bilang?" ### Cerita ini saya dedikasikan untuk sepupu saya yang baru saja memulai debut ceritanya di dunia oren ini. Silahkan 'jangan' di follow @shafasaldr
All Rights Reserved
#15
apel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PRIMADONAT |Mark lee|
  • DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update)
  • Love Starlight
  • Dinda Anastasya [✔️]
  • My Sweet Berondong
  • RAFA(Rain Rafa)
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • VINDEYLI
  • BRINCA
  • Disguise... [END]

Awalnya Shafa cuma iseng nulis nama Prima, dosen muda di fakultasnya yang terkenal killer, di sebuah jurnal yang ia dapatkan sebagai hadiah dari pembelian donat seharaga 25k perbiji. Namun, Shafa harus cosplay jadi abang-abang yang habis minum miras oplosan saat ia bangun dengan Pak Prima yang tidur disampingnya dan jangan lupakan lengan kekar lelaki itu yang melingkar di perutnya. "Pak Prima jauh-jauh! Jangan sentuh saya pak!" "Yang ...." "Aduh kalau sampai orang tua saya tahu, saya pasti langsung dimutilasi pak." "Yang ...." "Apasih pak, yang yong yang yong!" Semua ini apa? Shafa sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada Pak Prima hingga lelaki itu terus memanggilnya dengan sebutan sayang. Tapi, gapapa deh hitung hitung trial hidup bahagia kata Shafa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines