Story cover for SEMPAT by bymeelya
SEMPAT
  • WpView
    Reads 545
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 32
  • WpView
    Reads 545
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 32
Ongoing, First published Jul 27, 2019
[END]

Dalam hal putus asa, mungkin aku paling mudah melakukannya. Ragu untuk maju, takut untuk mundur. Ia membawaku untuk maju. Membawa kami melangkah secara bersama. Tangan yang ia ulurkan membawaku pada labirin perasaan. Menjauhkan ku dari sunyi kesendirian. Perlahan memberi kebahagiaan yang menjadi kejutan. Selayaknya hujan di terpa angin. Ia terbang bebas kesana kemari sedangkan aku terjatuh dari langit. Hembusan yang berniat menyelamatkan justru merumitkan. 

Tidak bisa jika harus di deskripsikan sesingkat ini. So read my story right now!❣️



_July, twenty seven two thousand nine teen_
All Rights Reserved
Sign up to add SEMPAT to your library and receive updates
or
#574cita-cita
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
[END] When the Stars are Tired cover
Rintik Hujan cover
RadenRatih cover
Aderaga [ON GOING] cover
Kemana Arah Pulang? cover
Hujan dan Pembencinya cover
Rainbow Mist ✔️ cover
Sedna cover
Cahaya [COMPLETED] cover

[END] When the Stars are Tired

53 parts Complete Mature

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)