Rentang Kenang

Rentang Kenang

  • WpView
    LETTURE 935
  • WpVote
    Voti 22
  • WpPart
    Parti 25
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, lug 28, 2019
WpInfo
Poesia
Sekarang, jam tidurku adalah waktu-waktu yang dipenuhi dengan ingatan kita. Setelah kumatikan lampu kamar, namamu adalah nama yang memanggil-manggil di tepian kegelapan. Berputar-putar dalam kepala bagaikan nada-nada melankolis yang keluar dari kotak suara. Memintaku menikmatinya serupa ruang relaksasi yang padahal kita sudah teramat asing. Entahlah, kalimat asing begitu sakit terdengar di benak. Sebab setiap kali kudengar "asing," kurasa kita sudah berada di kehidupan yang berbeda. Hidupmu diramaikan dengan suka cita, hidupku diisi dengan duka dan serapah. . Oh, sungguh tidak apa. Aku akan mencoba bergembira dengan kesunyian, mencoba hidup dengan teratur berkawankan kesendirian. Akan kuingat suaramu yang tak lagi dapat aku dengar. Pesanmu yang kau kirim serupa penyemangat. Kehangatan jemarimu saat bersentuhan dengan telapak tanganku. Menjadi satu-kesatuan yang akan kuingat selalu sebagai tanda bahwa aku juga pernah hidup, dan kau adalah seseorang yang memberikanku kehidupan. . Maka biarlah apa yang tersisa sekarang ini menjadi mesin waktu untuk melintasi masa lalu. Entah itu barang pemberianmu yang tergeletak di atas meja. Lagu-lagu sendu yang kau sukai. Dan ingatan-ingatan lucu tentangmu biarlah menjadi ruang kenangan yang kusimpan di kepala sampai terlupakan dengan sendirinya. Biarlah malam-malam itu menjadi saksi bahwa aku pernah mencintaimu dengan tulus. Menjagamu dengan sungguh, dan menyayangimu dengan teramat. Walau pada akhirnya, mau tak mau aku harus merelakan perjumpaan singkat kita disekat oleh perpisahan. IG: @Rifaldosuryaa
Tutti i diritti riservati
#15
larik
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Aksara Tak Bertuan
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Nasihat dalam Puisi
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti