Rentang Kenang

Rentang Kenang

  • WpView
    Reads 936
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2019
WpInfo
Poetry
Sekarang, jam tidurku adalah waktu-waktu yang dipenuhi dengan ingatan kita. Setelah kumatikan lampu kamar, namamu adalah nama yang memanggil-manggil di tepian kegelapan. Berputar-putar dalam kepala bagaikan nada-nada melankolis yang keluar dari kotak suara. Memintaku menikmatinya serupa ruang relaksasi yang padahal kita sudah teramat asing. Entahlah, kalimat asing begitu sakit terdengar di benak. Sebab setiap kali kudengar "asing," kurasa kita sudah berada di kehidupan yang berbeda. Hidupmu diramaikan dengan suka cita, hidupku diisi dengan duka dan serapah. . Oh, sungguh tidak apa. Aku akan mencoba bergembira dengan kesunyian, mencoba hidup dengan teratur berkawankan kesendirian. Akan kuingat suaramu yang tak lagi dapat aku dengar. Pesanmu yang kau kirim serupa penyemangat. Kehangatan jemarimu saat bersentuhan dengan telapak tanganku. Menjadi satu-kesatuan yang akan kuingat selalu sebagai tanda bahwa aku juga pernah hidup, dan kau adalah seseorang yang memberikanku kehidupan. . Maka biarlah apa yang tersisa sekarang ini menjadi mesin waktu untuk melintasi masa lalu. Entah itu barang pemberianmu yang tergeletak di atas meja. Lagu-lagu sendu yang kau sukai. Dan ingatan-ingatan lucu tentangmu biarlah menjadi ruang kenangan yang kusimpan di kepala sampai terlupakan dengan sendirinya. Biarlah malam-malam itu menjadi saksi bahwa aku pernah mencintaimu dengan tulus. Menjagamu dengan sungguh, dan menyayangimu dengan teramat. Walau pada akhirnya, mau tak mau aku harus merelakan perjumpaan singkat kita disekat oleh perpisahan. IG: @Rifaldosuryaa
All Rights Reserved
#437
senja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Aksara Tak Bertuan
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • ANGKASA

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines