An Escapes

An Escapes

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 18, 2020
Mendung adalah aku. Laguku sunyi, dan kegelapan ialah tenangku. Meski dalam nyata tak ada yang tau, atau mereka memang tak mau tau, ini... Menakutkan. Aku seolah tinggal didalamnya, sendiri, berteman dengan sesak, meraung tertahan tangisku ingin terbebas. Setiap detik aku berharap akan mampu seperti manusia lain, memiliki tempat mengadu keluh di Bumi ini. Kepalaku berdenyut sakit. Aku benar - benar ingin berlari. Kemana saja, sejauh apapun kakiku bisa. Mengetahui fakta aku tak punya arah pulang, aku malah semakin berputar di kegelapan yang sama. Masuk semakin dalam, menekan ujung hampa yang pekat, mengikatku erat tanpa celah. Aku masih menunggu, sesuatu yang bisa melepaskanku, membuatku menghirup sedikit udara Bumi ini yang kian rapuh. -2019
All Rights Reserved
#139
truestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • psychologycal
  • Sunyi
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • ALONE [KTH.JJK]
  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • TRAUMATIZED🪽(END)
  • Lily of the valley
  • BLACK LIFE✓

[ Fanfiction Boboiboy ] ~ "Sekali tertuduh tetap tertuduh." Malam itu, satu-satunya saksi hanyalah dia. Ia pasrah pada nasib jika orang itu membocorkan segalanya. "Gue tetep dikubu lo!" "Gue pembunuh!" Siapa sangka, bahkan ketika keduanya tidak lagi dekat, orang itu tetap menyimpan semuanya dengan baik. Sampai keduanya sadar, ada bejana yang lebih besar mengintai dari sudut kegelapan yang paling gelap. Remang-remang namun berbahaya, sesuatu berbisa yang menyebabkan huru-hara. Jenis gelap yang membinasakan nafas sampai tidak bersisa, jenis petaka yang membawa badai nestapa dan menggerus habis sisa kewarasan. "Lo yakin kita mampu? Gue udah nggak kuat, gue nggak bisa. Ayo udahin aja, ngaku kalah dan biarin mereka bunuh kita." "Lo gila?! Bayarannya Adik lo! Lo lupa Ice jadi taruhan didepan sana?!" "Terus harus gimana?! Semuanya juga nuduhnya gue yang jadi perkara!" "Makanya jangan nyerah! Yakinin mereka kalo lo cuma korban fitnahan!" Tapi bagaimana? Semuanya terlanjur lebur. Dia hanya memiliki dua pelipur lara, pun salah satunya dirusak habis seperti boneka tidak berharga. Sementara satu lainnya menjadi tameng padahal psikisnya tidak baik-baik saja. Tuhan, ini bagaimana? ~ • Angst, thriller, mental illness, criminal act • 15+ • Just Fanfic • Masa Rombak • Jokes LGBT bertebaran ©Nan4yz_

More details
WpActionLinkContent Guidelines