FREE(SIA)

FREE(SIA)

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 1, 2023
Freesia adalah gadis berusia 18 tahun yang dikirim oleh Paman Billy (Sahabat sekaligus sekretaris Alm.Papanya) ke London untuk melanjutkan studynya. Meski bertentangan dengan keinginan hatinya, namun Freesia tetap pergi. Sesampainya di London, Freesia bertemu dengan Richi dan Edmund. Dua laki-laki berusia tiga puluh tahun yang membuat hidup freesia menjadi mimpi buruk yang nyata. Dan bukan hanya kehadiran dua orang itu saja yang membuat hidup Freesia kacau. Di London, Freesia mendapati kenyataan bahwa kekasihnya di Indonesia adalah seorang bisexsual, pacarnya memiliki seorang kekasih lelaki sekaligus memacari sahabat Freesia sendiri. cerita ini tentang PENGEJARAN, PELARIAN dan BALAS DENDAM. Freesia adalah tokoh utama dengan dibantu beberapa tokoh lainnya untuk bisa membebaskannya dari ke-tiga hal tersebut..
All Rights Reserved
#102
journey
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • H-30 (Freenbecky)
  • Anak Tiri Kakak (Freen&Becky)_K.7
  • My Sexy Partner
  • VERLYARA
  • Under The Midnight Sky
  • Jangan Jatuh Cinta Padaku (OnGoing)
  • Love In The Summer Breeze - Grace & Aldrick (END)
  • Baby Boy (FreenBecky)_K.4 END
  • Boss Manja Kekasihku

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines