Teman Dekat [HIATUS]

Teman Dekat [HIATUS]

  • WpView
    Reads 389
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
[REVISI] Sore hari itu dia ngajak gue ketemu di taman yang biasa kita datengin saat kencan hehe, bohong deh kita masih temenan haha ternyata gue berharap lebih. Gue fikir dia mau minta maaf karna beberapa hari lalu kita marahan gitu atau pengen ngomongin sesuatu yang penting dan ternyata dia ngabarin hal yang bener bener bikin gue kaget. "aku bakal pergi dalam waktu yang cukup lama, untuk meneruskan pendidikan ku di Korea." "maafin aku atika, aku ga bisa nolak permintaan ayah yang selalu maksa aku buat melanjutkan kuliah di sana." Begitulah Arel saat memberitahu gue. "kapan kamu pergi rel?" Gue cuma bisa nanya gitu. Jujur belum pernah gue ditinggal dia. Gue cuma bisa nahan isak tangis yang udah gue tahan dari tadi, bahkan air mata gue sudah mengalir sejak tadi. "2 minggu ke depan tik" "maaf aku benar-benar harus nurutin kata ayah" "iya gapapa, coba lihat aku, aku gapapa kan?" Gue cuma bisa menyungging kan senyum, iya senyum terpaksa dengan air mata yang semakin menderas. Dia natap gue dan langsung meluk gue dan dia mengelus punggung gue memberikan kenyamanan yang bakal lama gue bisa ngerasain kaya gini lagi. Agustus 2019 until now Highrank #14 arel (oct 16, 2020) #8 raffy (nov 1, 2020)
All Rights Reserved
#3
raffy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Lolly [END]
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • AYKA
  • My Home [Hujan Series]
  • It's True Love With Ketos
  • Aerilyn
  • My enemy My Husband (END)
  • Story Of Love (Completed)
  • BERTIGABELAS | 47 Days With Them✔ [OPEN PO check IG allyoori]

"maafin lyly papa, lyly udah jauh terbawa arus", Hallo, Gue Lyraea Jevynesaa Arabella, hidup bertahun-tahun dikenal baik, dikelilingi kebanyakan orang-orang baik ternyata belum bisa menjadi jaminan kita akan tetap baik untuk dikemudian hari. Gue perlahan mulai terbawa arus, semenjak memutuskan untuk pergi jauh dari tempat dimana orang-orang yang menyayangi gue justru dengan terang-terangan menyatakan kebencian. Gimana menurut Lo, saat diposisi sedang terpuruk dan butuh dukungan orang-orang di sekitar lo, ternyata mereka malah percaya orang asing? "Mas udah tau kebenarannya Ra, maaf kalau mas terlambat untuk mencari tau semuanya", "Oh ya?, banyak hal yang bantu gue buat lupa padahal? Gak perlu minta maaf. Lalu?", "Mas mau ngajak Ara melanjutkan hubungan kita yang tertunda dulu", "Gue susah payah untuk sembuh sendiri dan dengan entengnya nyuruh gue balik? siapa lo?" "Jaga bicara kamu arabella, kamu lupa kalau dia tunangan kamu?", "Oh ya? padahal sejak kejadian dimana kalian menghakimi gue, gue rasa itu akhir hubungan gue sama putra kesayangannya kalian Bu zainab. Ralat, hubungan gue sama kalian semua tentunya. Gue bukan arabella yang kalian kenal dulu, gue Lyraea dan gue orang yang berbeda. Ayo sayang kita pergi", "Dan? Kak zaydan kan tadi? Sorry gue lupa nama lo, ini pacar gue, namanya kak Rafael."

More details
WpActionLinkContent Guidelines