Mikaela

Mikaela

  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2015
Mikaela sama sekali tidak menyangka kalau laki-laki yang selama ini dicarinya, ternyata begitu dekat dengannya. Laki-laki itu adalah darah daging dari orang yang telah menyebabkan bencana dalam keluarganya. Orang yang telah membunuh ayahnya, membuat ibunya gila, dan menjadikannya sebatang kara. Untuk membalas dendam pada orang itu, ia harus menyakiti keturunannya, kalau perlu seluruh keluarganya. Bukankah mata harus diganti mata? Nyawa harus dibayar lunas pula dengan nyawa. Hanya Mikaela satu-satunya yang bisa membalaskan dendam keluarganya. Sayangnya, ketika semua informasi telah didapatkannya dan tinggal selangkah lagi ia berhasil mewujudkan rencananya, ia malah menemukan kenyataan baru. Kenyataan yang sama sekali tidak disangkanya. Lebih mengejutkan lagi, ia kini menyadari kalau telah jatuh cinta pada laki-laki yang dikiranya adalah anak pembunuh ayahnya. Jadi, masih haruskah ia membunuh laki-laki itu ketika laki-laki itu dengan pasrah membiarkan Mikaela menghunuskan pisau ke dadanya? Atau apakah tidak sebaiknya Mikaela membunuh saja orang sebenarnya yang telah merenggut nyawa ayah yang disayanginya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiara
  • Dreams
  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Crumbling Of Caste
  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • ANUBIS : Vendetta Code A
  • Luka Tak Tersentuh [END]
  • SYL
Tiara

Di tengah hujan lebat malam itu, Tiara mendatangi rumah ayah dan ibu tirinya, untuk mengabarkan bahwa ibunya sedang sakit dan membutuhkan biaya untuk berobat. Namun bukannya pulang membawa uang, sekujur tubuhnya malah sakit akibat cambukan sang ayah. Kecewa dan sakit hati, ia pun memutuskan hubungan darah diantara mereka. Pertemuan tak disengaja dengan Wira membuatnya mengenal lelaki itu. Kebetulan-kebetulan berikutnya menimbulkan rasa di hatinya. Namun ketika benih cinta mulai tumbuh, fakta bahwa lelaki itu akrab dengan ayah dan saudara tirinya membuat Tiara ragu. Haruskah ia menerima kehadiran lelaki yang berhubungan baik dengan orang-orang yang dibencinya? Atau, mungkinkah ini kesempatannya untuk membalas dendam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines