Elegi
  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 16, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Biarkan tulisan ini menjadi saksi. Saksi atas semua lara yang selama ini belum terungkap, yang belum pernah tersentuh, dan tak akan pernah disentuh. Biarkan kali ini, kulupakan kita. Aku hanya ingin istirahat. Sebentar saja. Biarkan kali ini, aku menyerah. Setidaknya, hanya percobaan, kalau-kalau sisi rasionalku menyadarkanku bahwa lebih baik aku menyerah. Sebab, bersamamu adalah kebahagiaan semu. Bersamamu aku bahagia-sesaat-, kemudian... tersakiti untuk jangka yang panjang. Aku sakit namun kau tak tahu. Aku teriak namun kamu tak dengar. Sesungguhnya aku hanya menghibur diriku. Aku hanya menunda-nunda sebuah perpisahan sembari menghibur diriku sendiri. Maaf, perasaan ini membebanimu.
All Rights Reserved
#13
girlboss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • ALONE
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • When You Were Here
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • CLARA
  • Trasmigrasi Queenzee

Ini patah yang sebenarnya patah, bukan sembarang di kata ini nyata luka yang benar-benar terluka. Tak sedikit aku menemui perpisahan tapi tidak pernah aku merasa begitu kehilangan. Sebenarnya aku ingin menjadi rumah tapi ternyata kau hanya singgah, dari kepergianmu aku berharap punya titik balik yang menuju padaku, berharap jika kau masih mengingat siapa aku. Banyak sekali suara yang saya dengar hingga hampir setengahnya memilih untuk membunuh rasa ini, mereka hanya tidak ingin mendengar cerita sendu dari diriku. Sekuat apapun aku berlari menjauh rupanya tetap kamu arah pulang ku, dirimu adalah porosku. kemanapun aku pergi dan di hati manapun ku singgahi sejatinya hanya pada dirimu aku jatuh dan kembali. Ketahuilah Tuan, Tentang hatiku yang begitu cepat mencintai dan pikiranku untuk jatuh padamu itu juga sulit di pahami yang seharusnya sadar diri aku malah gila mencintaimu tanpa ada kata berhenti. Pada Tuan September berkatmu aku punya oktober yang berantakan. Kepergianmu berhasil membuat pikiranku acak-acakan. Tapi, terimakasih, jika kita tidak ditakdirkan berpasangan mungkin kamu hanya sebatas pengalaman. Aku tulis kisahnya disini. Tidak ada maksud lainnya. hanya saja menumpahkan semua isi dalam hatiku itu akan membuatku lega, sebab aku tak mampu mengungkapkan langsung lewat mulutku. Cerita Rein, mungkin ada kesamaan kejadian atau yang lainnya itu hanya kebetulan karena ini adalah kisah fiksi remaja. Terimakasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines