It's Hurt To Me

It's Hurt To Me

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 18, 2019
Nama gue zhefanka ayunda, kadang dipanggil zhefa ataupun zhezhe Gue sering dipandang gadis aneh bagaimana tidak,penampilan ku memang aneh, kepang dua dari samping, bibir yang dipoles lipstik warna hitam dan eyeliner yang belepotan hingga membuat mataku hitam Tapi gue tetap bersyukur dengan style gue ini apa bisa gue temukan cinta sejati? Cinta tanpa memandang fisik? Dan dijaman sekarang ini memang jarang,hampir semuanya memandang fisik belaka dan yang tak memandang fisik hanya segelintir saja itupun kalo masih ada bukan?
All Rights Reserved
#18
pitsansi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Love Me Back
  • DikaRanggi
  • Karena Kamu Rumahnya
  • LINE OF DESTINY
  • Azzura
  • Cinta Di Akhir Hayat
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines