SATURN || Hatespeech [HIATUS]

SATURN || Hatespeech [HIATUS]

  • WpView
    LECTURAS 47
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, feb 28, 2020
Inilah awalnya... Kisah yang akan membawa kalian pada titik pemikiran yang dalam. Deep meaning. Apa kau pernah mendengar istilah hatespeech atau ujaran kebencian? Pernah atau tidak pernah kau dengar, terserah, intinya adalah itu. Apa kau pernah melakukannya? Apa kau pernah mendapatkan hatespeech dari seseorang? Apa kau pernah memikirkan dampak dari hatespeech yang kau lakukan pada seseorang? Apa kau termasuk orang-orang yang acuh, atau senang melihat orang lain mengalami kesulitan? Jika begitu, tidak ada salahnya mengenal "dia" Dia, Saturn.
Todos los derechos reservados
#277
hate
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memories in Moon
  • (Sad)tember •END•
  • Atha,That's Her Name (gxg)
  • Stop It, Darka! [END]
  • hate rain
  • Inside Me [END]
  • TIRED TO HATE [COMPLETED]
  • REGATHAN [END]
  • ELANG [Open PO]
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido