Alam dan Eila

Alam dan Eila

  • WpView
    Reads 128,297
  • WpVote
    Votes 20,147
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 31, 2026
Eila, seorang wanita yang bercita-cita hidup bahagia dengan hidup sendiri selamanya dan Alam, seorang laki-laki yang bercita-cita lajang sampai mati daripada harus menikah dan membuat sebuah komitmen. Kedua orang dengan luka dan trauma, dipertemukan karena sama-sama sedang berada di ujung tanduk. Kedua orang yang takut dengan kata pernikahan justru diharuskan tinggal dalam satu rumah bersama. --- Cerita sudah diposting di Storial, silakan download app-nya atau baca di website Storial.
All Rights Reserved
#104
contractmarriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • Contract Marriage (End)
  • Our Contract Marriage
  • Unwanted Vows (END)
  • Kawin Kontrak
  • Cinta Adelia
  • His Duchess by Contract [HIATUS]
  • I Want This Baby
  • Alaia

Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... tidak ada yang gratis di dunia ini, Evan ingin Amel menjadi pengantinnya. "Kita tidur seranjang lagi?" Amel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa kikuk dengan pertanyaannya sendiri. Kenapa ia merasa malu? "Kamu mau kita pisah ranjang?" Amel melongo, kemudian mengibaskan tangannya, "bukan gitu maksud aku!" "Ya, terus gimana?" "Kita pisah kamar aja?" "Loh kenapa?" Evan bertanya bingung. "Ranjangku cukup kok buat kita berdua," ucap pria itu, sedikit mengulas senyum tipis kala melihat Amel sedikit gelagapan. "Bukan gitu, Van..." "Ya gitu gimana sih, Mel? Ga paham aku," jelas Evan. "Kita kan cuma nikah kontrak," ujar Amel sambil bercicit di akhir kalimat, hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat itu, bukankah dulu itu keinginannya? "Yang kontrak itu kan perjanjiannya, nikahnya Sah kok, Mel! Nggak salah kalau kita tidur bareng." Amel terdiam. Merasa kalah telak dengan ucapan Evan. Pernikahan mereka Sah, secara hukum dan agama. Yang kontrak hanya perjanjiannya saja. Amel termenung. Benar juga. Lalu, apakah mereka akan menemukan bahagia di antara lika-liku rumah tangga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines