Te Amo

Te Amo

  • WpView
    Reads 716
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan deket gue Sha, bahaya," ujar Alden menatap mata Shakayla lekat. "Aku siap ngadapin bahaya itu asalkan aku bisa sama kakak," balas Shakayla dengan penuh keyakinan. Shakayla Hafsya gadis ceria yang memiliki kakak dan juga sahabat yang sangat menyayanginya. Jatuh cinta pada kakel yang ternyata mempunyai kembaran dengan sifat dan karakter yang jauh berbeda. Disaat tengah berbahagia dengan kekasih pilihan yang sangat ia cintai datang orang ketiga yang menghancurkan nya apalagi saat dia tau bahwa orang ketiga itu adalah...
All Rights Reserved
#3
land
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brothers
  • A&A ON GOING !!
  • Head Over Heels | New Version
  • Sealen
  • DANADYAKSA
  • THE CLIMB [Completed]
  • Highschool Love
  • Bad Twins
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines