Wanita Perindu BAITULLAH

Wanita Perindu BAITULLAH

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 16, 2022
Novel ini mengisahkan kesungguhan Hati serang wanita dalam mendekati, merayu, dan meminta kepada Allah atas apa yang Ia mimpikan. Karena Ia yakin Allah yang punya segalanya dan hanyalah Allah yang bisa memberikan apa yang Ia inginkan Melalui Ibadah Wajib maupun Sunnah. Hingga akhirnya Ia mendapatkan yang Ia inginkan tanpa melalui usaha keras sedikitpun. Cukup dengan Melakukan apa yang Allah suka. Maka Allah akan berikan apa yang Ia minta.
All Rights Reserved
#330
suci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lurus, Walau Sendiri
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • LAKI LAKI BIASA
  • Doa yang Tergantikan
  • Merindu Cahaya-Mu
  • Raden Aluna
  • SORRY
  • Love of eternity
  • Sedekat Nadi Sejauh Matahari [BELUM REVISI]
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )

Fikri Ramadhan, seorang remaja dari keluarga sederhana di Bandung, tumbuh dengan banyak keterbatasan-rumah kecil, ekonomi pas-pasan, dan ayah yang tak lagi hadir. Tapi Fikri punya sesuatu yang lebih kuat dari segalanya: doa ibunya dan keyakinan bahwa Allah selalu bersamanya. Di tengah kerasnya hidup, Fikri tidak memilih untuk menyerah atau menyalahkan keadaan. Ia justru melangkah-meski pelan, meski sendiri. Ia belajar, berjualan, ikut lomba cerdas cermat, hingga berjuang meraih beasiswa. Perjalanannya membawanya bertemu dengan Mutiara Anjani (Ara), gadis yang membuat hatinya kembali berharap. Namun hidup tak pernah semudah cerita di atas kertas. Ujian datang silih berganti: kegagalan, kecemasan, hingga pilihan yang membuatnya harus menguatkan niat. "Lurus Walau Sendiri" adalah kisah tentang anak muda yang ingin tetap berada di jalan Allah di tengah badai dunia. Ditulis dengan gaya ringan, penuh humor segar, namun menyimpan hikmah mendalam di setiap babnya. Dibalut ayat-ayat Al-Qur'an dan pesan moral yang relevan, novel ini bukan hanya bacaan, tapi juga pelita hati bagi siapa saja yang sedang berjuang diam-diam. Karena kadang... yang paling setia bukanlah manusia, tapi doa yang tak pernah putus dan Allah yang tak pernah tidur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines