Ending Scene [OnGoing]

Ending Scene [OnGoing]

  • WpView
    Reads 1,081
  • WpVote
    Votes 519
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 25, 2019
[Highest rank #3 puber] Dia datang begitu saja. Kamu mungkin tidak menyadari akan kehadirannya dalam hatimu. Tahu-tahu, hidupmu sudah dibuat jungkir balik karenanya. Hingga akhirnya, kamu tidak mengerti atas apa yang terjadi dengan dirimu sendiri. Semua terjadi tanpa sengaja, dalam satu detak jantung, dalam sekejap, menghasilkan momen mendebarkan. - Sarah Dessen Sama halnya seperti Deska dan Aga, mereka tidak sadar telah saling memiliki perasaan. Sampai suatu ketika seseorang di antara mereka harus pergi karena sebuah kenyataan yang menyakitkan, keduanya baru menyadari, betapa berharganya saat-saat yang sudah mereka bagikan bersama selama ini. *** "Deska, lo percaya gak kalo semuanya juga terasa menakutkan buat gue?" "Maksud lo, Ga?" "Tetep sama gue ya. Walaupun lo gak bisa..." "Aga..." *** Perfect cover by : @suputri21
All Rights Reserved
#3
endingscene
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Asya Story (SELESAI)
  • Just Friend
  • Letha
  • M Y   B A D B O Y (Completed)
  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Fall And Love
  • ABOUT US

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines