"Pelan pelan saja"

"Pelan pelan saja"

  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 12, 2025
Perjalanan hidup tidak selalu lurus dan mudah. Kadang penuh tawa, kadang air mata. Tapi di sanalah kita belajar tentang arti bertahan, melepaskan, dan mencintai diri sendiri.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • It's Okay, Kamu Normal !
  • Jalan yang Bengkok
  • Let The Wounds Fade ( TAHAP REVISI)
  • Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END
  • SEANDAINYA SEMUA ORANG PERGI MENINGGALKANMU [LENGKAP] ✔
  • Kamu berharap apa?
  • Titik Yang Benar
  • Makna Dibalik Kisah
  • Love & Tears
  • Biasa aja

Banyak orang datang dan pergi tanpa alasan, sekalinya ada hanya seperti bayangan. Memang dalam menjalani proses kehidupan terkadang terasa berat dan melelahkan. Jadi tetap semangat ya untuk menggapai kebahagian. Sering kali suara ini dibungkam, segala usaha tidak dihargai dan telinga merasakan sakit karena suara-suara yang cukup berisik. Lalu esokan harinya semua dibanding-bandingkan seolah apapun yang dijalani salah sehingga terpaksa wajah ini memakai topeng kepalsuan lalu bergerak seperti wayang. Apakah harus diam melihat keasingan antara jiwa dan raga ini ? Apakah salah jika menjadi diri sendiri ? "Tuhan, kapan kebahagian datang kepadaku? Mereka sudah lari jauh didepan sedangkan diri ini masih pada tempatnya". Memang tanpa harapan hidup terasa hampa sedangkan kesabaran dan bersyukur merupakan salah satu kunci dalam kehidupan. Bukankah hanya Maha penciptalah yang bisa membantumu. Jadi apakah semua ini normal? Apakah hanya diriku saja yang merasakannya? Lalu bagaimana aku harus bertahan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido