My Guard

My Guard

  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 31, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kehilangan seseorang yang sangat berarti untuk kita itu sangat sulit untuk di lupakan... Semua manusia pun tidak akan mau mengalami nya, tetapi tuhan punya banyak rencana yang tersembunyi. Seperti aku yang telah kehilangan semua nya. Aku sampai berfikir aku adalah manusia yang paling buruk jika membahas tentang hidup yang di takdirkan kepada manusia. Ada seseorang yang telah menjaga ku. Dia adalah lelaki yang mencoba meyakinkan aku bahwa masalah yang aku alami ini tidak seburuk apa yang di alami oleh orang lain. Dia? Anak geng motor yang berhati dingin mampu menghapuskan semua luka dari masa laluku dan bisa menjaga ku? Apa benar? "We will see later" -Amelia flora azura 'semoga tertarik' Warning : cerita ini dibuat tanpa mengikuti cerita orang lain, dan cerita ini di rangkai melalui imajinasi saya sendiri
All Rights Reserved
#10
firts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memorable
  • ARDIRA [SELESAI]
  • CLOSER
  • Why Him? [COMPLETED✓]
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • Regrets of Love
  • RAVA : Rafael - Vanya ( THE END )
  • ALETHA √
  • ANTARES
  • Kanaya & Devano [END]
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines