MELKA
  • WpView
    Reads 2,887
  • WpVote
    Votes 857
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hidupnya penuh ketersediaan, tak ada kekurangan sedikitpun. Keluarganya lengkap dan harmonis tanpa ada celah sedikitpun untuk dapat dihancurkan. Memiliki banyak orang yang tulus sayang dengannya. Namun, dibalik kesempurnaan pastilah ada kekurangan. Dibalik kesempurnaan yang ia miliki, hidupnya kini tengah dalam ambang kematian dan ia juga tak bisa merasakan masa remaja seperti remaja pada umumnya. Ia tidak bisa tenang dalam tidur dan juga tak bisa tenang dalam kesehariannya. Melka Abdina Irmanuel, seorang gadis remaja cantik. Di umurnya yang masih remaja ini, ia tidak bisa hidup tenang seperti remaja pada umumnya. Hidupnya kini berada diambang kematian, ia tak bisa menikmati masa remajanya dengan indah dan tenang. Melka lebih senang menyembunyikan masalahnya sendiri dan ia tidak berusaha mencari tau lebih lanjut siapa yang telah berbuat tak baik dengannya. Hingga suatu ketik ia bertemu dengan seseorang yang berhasil membuat kehidupannya berubah. Rekatama Zalki Argantara, pemuda tampan yang memiliki ambisi yang kuat dan prinsip yang tegas. Ia bertekad mencari tau sampai akarnya siapa yang sudah membuat hidupnya dan orang yang ia sayangi menderita. Ia berbeda dengan Melka, ia tak akan pernah bisa diam atas segala yang terjadi padanya. "Mel, lo itu obor dan gue apinya. Kita ditakdirkan untuk saling melengkapi, memberi cahaya pada kegelapan. Tanpa lo hidup gue kurang greget, dan tanpa gue hidup lo kurang manis." "Manis dari mana ? Tiap hari gue jantungan lo pikir manis dari mana Tama ?" "Jawab iya kenapa sih Mel ? Asal lo tau nih ya. Gue semaleman mikir kata-kata gituan. Lo tau sendiri lah gue jijik ngomong kek begituan. Ini gue lakuin demi lo tau." "Sorry gak nanya. Kalo lo emang gak romantis gak usah sok diromantis-romantisin deh. Jijik gue." "Jijik gini tapi pipi lo merah. Hahaha." Takdir bukanlah manusia yang mengatur. Manusia hanyalah pemain, bumi sebagai panggung, dan Tuhan sebagai sutradaranya.
All Rights Reserved
#62
lino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Manggala (TAMAT)
  • [HSLS] You are.... √
  • My Fireflies!
  • AYKA
  • Ditya
  • Snow Man (ON GOING)
  • Sharena [Completed]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • Nedrian's Sibling [Book 3]

"Aku menyukaimu." Oh, Maula terkejut bukan main. Ia kemudian menggeleng tidak percaya. "Kamu... gila..," gumamnya tanpa sadar. Tapi laki-laki itu hanya tersenyum teduh dan berkata, "Ya. Aku tau. Selalu memikirkan kamu, merindukan suaramu, senyumanmu, tawamu. Semuanya buat aku gila karena menyukaimu." Maula memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak sanggup lagi menatap mata beriris cokelat muda itu. Dia kemudian memberanikan diri untuk membuka suara. "Te..terserah. Ya..yang penting, aku udah.. sampaikan apa yang.. memang seharusnya aku.. sampaikan. Aku pergi." Dan setelah itu, tanpa menoleh kembali, Maula langsung berlari kencang meninggalkan Angga di belakangnya. "Maula!" "Apapun alasannya, izinkan aku untuk tetap mengejarmu ya!" Gila, mungkin laki-laki itu memang benar-benar gila. Tapi, satu hal yang tidak Maula sadari sore ini. Bahwa hari ini, adalah hari yang akan menjadi awal dari semua warna yang akan hadir dalam hari-harinya. *** Ini, Adalah cerita cinta manis dua remaja yang saling jatuh cinta untuk pertama kalinya. Cerita klasik yang mampu membuat diri bernostalgia pada kesederhanaan cinta yang begitu sempurna. Begitu sederhana, namun terasa begitu istimewa. Perkenalkan, nama saya Manggala. Dan ini, adalah cerita milik saya dan Si Nona Manis, Maula.

More details
WpActionLinkContent Guidelines