MELKA
  • WpView
    Reads 2,868
  • WpVote
    Votes 857
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 5, 2020
Hidupnya penuh ketersediaan, tak ada kekurangan sedikitpun. Keluarganya lengkap dan harmonis tanpa ada celah sedikitpun untuk dapat dihancurkan. Memiliki banyak orang yang tulus sayang dengannya. Namun, dibalik kesempurnaan pastilah ada kekurangan. Dibalik kesempurnaan yang ia miliki, hidupnya kini tengah dalam ambang kematian dan ia juga tak bisa merasakan masa remaja seperti remaja pada umumnya. Ia tidak bisa tenang dalam tidur dan juga tak bisa tenang dalam kesehariannya. Melka Abdina Irmanuel, seorang gadis remaja cantik. Di umurnya yang masih remaja ini, ia tidak bisa hidup tenang seperti remaja pada umumnya. Hidupnya kini berada diambang kematian, ia tak bisa menikmati masa remajanya dengan indah dan tenang. Melka lebih senang menyembunyikan masalahnya sendiri dan ia tidak berusaha mencari tau lebih lanjut siapa yang telah berbuat tak baik dengannya. Hingga suatu ketik ia bertemu dengan seseorang yang berhasil membuat kehidupannya berubah. Rekatama Zalki Argantara, pemuda tampan yang memiliki ambisi yang kuat dan prinsip yang tegas. Ia bertekad mencari tau sampai akarnya siapa yang sudah membuat hidupnya dan orang yang ia sayangi menderita. Ia berbeda dengan Melka, ia tak akan pernah bisa diam atas segala yang terjadi padanya. "Mel, lo itu obor dan gue apinya. Kita ditakdirkan untuk saling melengkapi, memberi cahaya pada kegelapan. Tanpa lo hidup gue kurang greget, dan tanpa gue hidup lo kurang manis." "Manis dari mana ? Tiap hari gue jantungan lo pikir manis dari mana Tama ?" "Jawab iya kenapa sih Mel ? Asal lo tau nih ya. Gue semaleman mikir kata-kata gituan. Lo tau sendiri lah gue jijik ngomong kek begituan. Ini gue lakuin demi lo tau." "Sorry gak nanya. Kalo lo emang gak romantis gak usah sok diromantis-romantisin deh. Jijik gue." "Jijik gini tapi pipi lo merah. Hahaha." Takdir bukanlah manusia yang mengatur. Manusia hanyalah pemain, bumi sebagai panggung, dan Tuhan sebagai sutradaranya.
All Rights Reserved
#197
secret
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Ditya
  • Back For Me (Completed)
  • AYKA
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Manggala (TAMAT)
  • ZELINARKA

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines