AJAK AKU MENUJU JANNAH

AJAK AKU MENUJU JANNAH

  • WpView
    Reads 924
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 13, 2024
Cerita anak remaja yang memiliki nama yang begitu indah yaitu zaina putri ar-raikhan. Dia sangat menjaga keimanannya,sampai suatu hari ia merasakan rasa yang sebenarnya tak pantas ia miliki,sebelum menjadi mahram lelaki tersebut."Ya allah kenapa degub jantung hamba berdebar seperti ini ketika mendengarkan penuturannya. Astagfirullah, maafkan hamba ya allah"batin didalam hatinya. # "Apakah saya boleh memiliki mu, untuk menjadikan mu,seseorang yang mahram ketika aku memandang mu zaina putri ar-raikhan? Apakah kau mau menjadi seorang yang melengkapi tulang rusukku,melengkapi separuh dari agamaku,menjalankan sunah rasulku,dan menjadi orang yang mulia bagi anak-anak ku kelak?" tanyanya yang menggebu-gebu. Siapa yang akan berkata seperti itu pada zaina? *Cerita ini ditulis hanya berdasarkan imajinasi sang autor aja bukan nyata, tapi entah jika ada yang mengalaminya.*
All Rights Reserved
#88
agamis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI
  • OPACRAPHILE [End]
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • RASA (On Going)
  • Doctor's Angel
  • Lentera Hati (TAMAT)
  • Lentera Takdir (TERBIT)
  • " Cinta Mahasiswa Kedokteran "
  • ZAYYAN AL-FARIZI (SELESAI)
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu

Follow dulu sebelum baca!! . . Jangan jadi pembaca gelap! . . Berawal dari pertemuan tak sengaja di salah satu instansi perusahaan di Jawa Timur. Izzaana Shabirah Zalsabila, sering dipanggil Aca. Gadis manis yang memiliki sejuta keunikan dalam dirinya. Sedikit bicara, lebih menyukai sepi juga sendiri. Bahkan ketika libur kerja tiba, dia hanya bergulat di kasur kesayangannya. Bukan malas, memang tidak ada hal yang harus dikerjakan. Untuk sekedar keluar rumah pun harus mengumpulkan niat yang cukup. Harus berdandan, ganti baju, bahkan mengeluarkan sepedah dari garasi. Melelahkan sekali, bukan? Seketika kehidupannya berubah, sejak awal pertemuannya dengan lelaki yang dipuja banyak wanita. Siapa lagi dia kalau bukan Muhammad Abidzar Zayan ar-Raafiq. Lelaki tampan dengan sejuta pesonanya. Wibawanya, ketampanan parasnya, juga ketaatannya pada agama yang dianutnya. Hingga tak sedikit yang memanggilnya pak ustadz, Maa syaa Allah. "Gimana mbak produknya banyak yang jelek." "Nggak papa mas, namanya juga masih baru. Samean tenangno dulu hatine samean sama banyak-banyak shalawat biar produknya bagus, cacatnya dikit." "Tenang aku mbak kalo deket samean." Boommm.. malu kini yang dirasa. Jika saja Aca tidak memakai masker, terpampang jelas sudah wajah merah bak kepiting rebus itu. Lanjut?

More details
WpActionLinkContent Guidelines