ADIRA
  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 2, 2019
Blurb "Sah..? " Sahhhhh.... Serentak semua suara bersahutan... Alhamdulillah.. Akhirnya dia resmi jadi suamiku. Tiga bulan yang menakjubkan, perjodohan, Perkenalan, dan akhirnya jatuh cinta walau aku juga belum yakin perihal ini. Tapi setiap melihat tatap matanya, jantung ku seakan berdetak tak karuan. Matanya seolah menyihirku untuk merasakan perasaan yang aku sendiri tak mengerti menjelaskannya. Matanya memancarkan aura yang tak dapat ku mengerti tetapi justru selalu kurindukan. Dia suamiku, Abid Zaki Pratama. Perjodohan dan Jodoh, dua kata beda makna. Bisa saja seseorang melakukan perjodohan tapi calon tersebut bukan jodohnya dan berakibat batalnya proses perjodohan tersebut. Tetapi bagiku sejak pertama Bunda memperlihatkan foto seorang gadis berhijab biru itu, aku sudah yakin dialah jodohku. Dia istriku, Adira Putri Sabia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Takdirnya
  • Bukan pernikahan paksa (Tamat)
  • Assalamualaikum Imamku
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Pahala Surgaku✓
  • tentang sebuah rasa
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • Pangeran Hingga Jannah I END
  • Ana Uhibbuki fillah Zawjati
  • Masya Allah Zaujati || Cinta Dalam Doa [ END ]

Harfiahnya, pernikahan adalah penyatuan dua mahkluk bernama laki-laki dan perempuan. Sesuai takdir-Nya. Sesuai jodoh yang ditulis dalam buku rahasia dan hanya Allah yang tahu susunannya. Seperti kata Abi, jodoh itu cerminan diri. Jika saya baik, jodoh yang singgah juga baik. Jika saya tidak baik, jodoh yang berlabuh juga tidak baik. Saya bukan perempuan istimewa, hanya putri Abi dan ummi yang masih suka menyusahkan mereka. Dan terus merengek ketika apa yang saya inginkan tidak dituruti. Namun, bersamanya saya belajar menjadi perempuan yang bisa diandalkan. Berupaya menjadi perempuan yang mampu menjaga kehormatannya dan ingin diingat sebagai perempuan yang senantiasa melampiahinya dengan cinta. Karena saya adalah istri yang dituntun nya untuk meraih Jannah, bersama. *** Aisyah Nur Syifa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines