AND I

AND I

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 5, 2019
Ini adalah serpihan kaca peristiwa yang kurangkai sedemikan rupa sehingga menjadi sebuah jendela kehidupan yang kutuang dalam bentuk tulisan. Dan akulah Sang pemeran utama. Ya, dalam cerita ini. Kisahku sendiri. Cerita ini berawal dari tahun 2011. Dimana aku masih berada di lingkungan sekolah dasar, lebih tepatnya kelas empat. Namun, ditahun ini ada seorang laki-laki yang mendekatiku. Aku yang masih polos, belum mengerti apa itu skin care, Tidak tahu rasa dan aroma dari bubuk cinta yang sering dicicipi oleh para remaja dan tak tahu menahu sesakit apa patah hati itu, seperti patah tulangkah? Aku bahkan tak tau harus bagaimana mengakhiri cerita ini. Entah akhirnya aku bisa bersanding dengan Dia? Atau bersanding dengan Dia yang lain.
All Rights Reserved
#9
tiwi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • diagnosis hati
  • Salma yang bertabrakan dengan mahasiswa kedokteran, dan berakhir dengan hubungan
  • semesta membatu
  • Bucin Ala Al [END]
  • Untuk Dua Merpati Hebatku
  • Gula - Gula
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • HALOALKANA

Raisa Ayu Nararya sudah dikenal di preklinik sebagai mahasiswi yang mudah bergaul. Dia tak pernah ragu untuk menyapa siapa pun, bahkan dengan orang yang baru dikenalnya sekalipun. Namun, ada satu orang yang selalu membuatnya penasaran-Harsa Adikara, teman sekelas yang terlihat serius dan sangat tertutup. Harsa, dengan sikap dinginnya, seolah tidak tertarik untuk bergaul kepada siapa pun, bahkan dengan Raisa yang sering kali coba mendekatinya. Raisa sebenarnya sudah lama menyukai Harsa, meskipun dia tahu Harsa bukan tipe orang yang mudah didekati. Semua teman-temannya di preklinik tahu bahwa Raisa punya perasaan pada Harsa, namun Harsa tetap dengan sikap dinginnya. Raisa bahkan sering melontarkan candaan tentang perasaannya kepada teman-temannya, meski ia sadar Harsa tak akan pernah menanggapi. Namun, segalanya berubah setelah mendapat kabar mengejutkan-Raisa dan Harsa dipasangkan dalam satu tim koas. Mereka berdua harus bekerja bersama dalam satu shift jaga di rumah sakit, dan tentu saja, ini membuka kesempatan baru bagi Raisa untuk lebih dekat dengan Harsa. Tugas-tugas medis yang intens membuat mereka berdua sering berinteraksi. Raisa yang luwes dan apa adanya, mencoba untuk lebih dekat dengan Harsa, meskipun dia selalu mendapat respons yang terkesan dingin. Harsa yang selalu terlihat tidak tertarik dengan hubungan sosial pun mulai merasa kebingungan dengan perasaan Raisa yang terus-menerus menggodanya. Meskipun begitu, Harsa tetap menjaga jarak, seolah ada sesuatu yang menghalanginya untuk membuka hati. Harsa mulai merenung. Mengapa dia begitu menahan diri? Mengapa dia begitu sulit untuk percaya bahwa hubungan bisa berjalan baik-baik saja? Apakah ada yang salah dengan hatinya? Harsa mulai berusaha mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri, mencoba mendiagnosis perasaan dan ketakutannya akan hubungan dengan orang lain-terutama dengan Raisa, yang terlihat begitu percaya diri. Akankah Harsa akhirnya mampu membuka hati dan mempercayai cinta? #kedokteran

More details
WpActionLinkContent Guidelines