Story cover for The Struggle  by aninfitria
The Struggle
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Aug 02, 2019
Ku memasang wajah cengo mendengar apa yang pak Doni.  Ya Pak Doni adalah Kepala Sekolahku. 'Aku? Calon paskib? Demi pak bakyem yang bakponya gue suka sampe se SMA Pancasila. Gak mungkin kan? Jalan ditempat aja boro-boro bisa, hadap kanan kiri aja suka mau jatoh sampe selokan. Yakali ini bener, ngaco kali ni pak Kepsek' batinku dalam hati,
All Rights Reserved
Sign up to add The Struggle to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Antara Fajar Dan Senja [TERBIT] by Sweeticha
75 parts Complete
(TERSEDIA DI GRAMEDIA) PART TIDAK LENGKAP ⚠️ Fajar Arvandi, murid yang hobi bolos dan selalu membuat sekretaris pusing dengan alasannya. Jabatannya sebagai ketua gang Black Eagle tidak cukup membuat Senja segan dengannya. Hanya Senja yang berani menjewernya di depan pasukannya. Senja Arsyana, sang sekretaris yang sudah menjabat selama 5 tahun berturut-turut sejak SMP sampai SMA kelas 11. Selama 5 tahun pula Senja selalu dipusingkan dengan tingkah Fajar. Satu kelas sekaligus satu komplek dengan Fajar membuat Senja seolah-olah menjadi orang yang bertanggung jawab jika Fajar tidak masuk sekolah. Layaknya fajar yang muncul di pagi hari dan senja yang muncul di sore hari, mereka tidak bisa bersama dalam satu waktu. Begitu pula Fajar Arvandi dan Senja Arsyana. Seperti yang Vano bilang... "Fajar sama Senja jangan disatuin, nanti kiamat!" ~ Revano Ardianto. ____________________________________________ "Dih! Sukanya baperin anak orang, tapi gak mau ngasih kepastian. Dikira jemuran apa, digantung mulu." "Setelah apa yang udah kita lakuin akhir-akhir ini, lo masih butuh kepastian? Gue kira lo udah ngerti tanpa harus gue ungkapin." "Gue butuh kepastian dengan sebuah pernyataan. Percuma, lo bersikap manis kalau lo gak nembak gue berarti itungannya cuma temen. Sebagian cewek emang mau ngejalanin hubungan tanpa sebuah pernyataan, tapi gue gak mau. Gue gak mau ge-er nganggap kita jadian padahal lo gak pernah nyatain perasaan lo." "Ya udah. Senja Arsyana... gue minta lo buat jadi pacar gue mulai sekarang! Gue sayang sama lo dan gue yakin lo tahu tentang itu." Highest Rank : #1 in Acak (31/08/2020) #1 in Fiksi Remaja (03/11/2020) #1 in Teen Fiction (07/09/2020) #1 in Ketua Gang (09/09/2020) #1 in Chicklit (19/09/2020) #1 in Komedi Romantis (23/09/2020) #1 in Bucin (29/09/2020) #1 in Humor (20/10/2020) #1 in Roman (08/10/2020) #1 in Fiksi Umum (11/10/2020) #5 in Romance (14/11/2020) #1 in Bad Boy (19/10/2020) #1 in SMA (16/11/2020) #1 in Remaja (24/11/2020)
You may also like
Slide 1 of 10
Jomblo di eskul Pramuka cover
Fall in love with Ghost cover
41 HARI cover
Skripsi Pengantar Cinta  [TERBIT] ✓ cover
Antara Fajar Dan Senja [TERBIT] cover
SKRIPSUIT  ✔ cover
DOSEN or PACAR  [Selesai] cover
A (Shit) Day in My Life cover
99 Days with Pak Dosen [END] cover
ARTAN  cover

Jomblo di eskul Pramuka

5 parts Complete

"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."