Menara Awan - COMPLETED

Menara Awan - COMPLETED

  • WpView
    Reads 6,301
  • WpVote
    Votes 498
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 24, 2022
Kehilangan Ayah dan Ibu membuat Bianca sangat benci ditinggalkan. Satu-satunya cara agar tak ditinggalkan adalah dengan tak pernah membiarkan siapapun berada di dekatnya... ...kecuali Arka, teman favoritnya. Hingga suatu hari, hal yang paling dia takutkan pun terjadi. *** Note : This is the very first story I've ever wrote and finished. Yang aku tulis dan selesai bertahun-tahun lalu, jauh sebelum aku mengenal Wattpad. Yang saking udah lamanya aku sampai lupa tahun berapakah itu. This story is far from perfect, I know. If you find some plot holes or anything inaccurate in it, please be kind and don't leave harsh comment. Karena, terlepas dari kekurangannya, cerita ini tetap enjoyable kok. Kalau kamu lagi pengen cerita yang simpel, manis dengan sedikit taburan bitter, dan konfliknya nggak bikin jidat berkerut-kerut karena mikir keras, this is your story guys. If not then.. well, you may try searching again. Good luck.
All Rights Reserved
#36
eskrim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paper Hearts
  • 𝐇𝐚𝐢 𝐐𝐮𝐞𝐞𝐧✓
  • Semu [Completed]
  • Coffee Of My Life
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Let Me Love You Longer
  • The Last Month [END]

Aku dan kamu, sama. Masing-masing dari kita punya mimpi. Mungkin impianku dan impianmu berbeda, namun satu yang pasti, aku dan kamu tentu ingin impian itu menjadi nyata. Ibuku pernah berkata bahwa untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu tidaklah mudah, namun tidak juga tidak mungkin. Selama kamu dan aku berjuang, pasti kita bisa meraih impian kita. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menganggap remeh kita? yang mengucilkan mimpi kita? yang mengatakan mimpi kita adalah hal yang harus kita lupakan? Ya. Aku tau, aku dan kamu pasti pernah terluka karena hal-hal itu. Pahit memang. Namun, jika kamu mau membuka mata dan hati, suatu saat kamu akan berterima kasih kepada mereka yang menyakitimu. Disini, ku tuliskan semua ceritaku dalam mewujudkan impianku. Tentang mereka yang mendukungku, tentang mereka yang mematikan harapanku, juga, tentang dia... malaikat yang Tuhan kirimkan untuk menyemangatiku dikala aku hampir menyerah pada impianku. Kisah ini kutulis untuk mengenang sakitnya perjalanan menggapai mimpiku, juga, indahnya pelajaran yang kudapat. Kisah ini juga ku tuliskan untuk mengenang indahnya senyumnya. Untuk impianku... dan untukmu, yang tau indahnya bermimpi...

More details
WpActionLinkContent Guidelines