Without You

Without You

  • WpView
    Reads 262
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Mar 11, 2026
Aku tidak pernah takut untuk jatuh cinta. Yang aku takutkan adalah kehilangan kepercayaan dari dirimu. Kehilangan cinta dan kasih sayangmu. Aku takut tidak bisa lagi menatap perasaanku padamu. Jangan. Jangan pernah kau tinggalkan hatiku yang dulu pernah kau isi dengan cintamu. Karena aku hanya seonggok daging berkerangka manusia. Via Untuk Arfand. Kita pernah bersama. Kita pernah percaya. Tapi takdir menguji kebersamaan kita. Kagumku dan cintaku, telah mekar sejak musim semi tahun itu. Aku tidak pernah melihat keindahan wajah dari wanita lain selain dirimu. Lugu dan polos, itulah kau, bidadari yang bertahta dihati kecilku. Arfand Untuk Via Takdir telah menguji kebersamaannya. Via yang dulu lemah tak berdaya. Gagal dalam membina sebuah hubungan cinta. Bertemu Arfand yang telah lama memendam perasaan selagi ia bersama sahabat karibnya. Ada rahasia yang menguji kesetiaannya. Via tak pernah menyadarinya betapa ia sangat berarti untuk Arfand.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANANTA [COMPLETED]
  • Davin
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • CHAVANDA (End)
  • SARAY(U) [Completed]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Dusk In Your Eyes
  • Zenna Story

[FOLLOW AUTHOR,SEBELUM MEMBACA SEBAGAI BENTUK SUPORT KALIAN UNTUK PENULIS DAN CERITA INI] (BELUM REVISI) "Aku sayang kamu tanpa alasan,mencintai kamu adalah keputusan,di cintai oleh mu adalah kebahagiaan.aku tau kamu selalu berusaha buat aku nan,walau banyak luka yang aku dapat,aku gak pernah menyesal,ananta."- Aquenna Adilan Sabil. "Maaf selalu buat lo sakit,quen. Gue emang cowok brengsek yang udah lancang masuk ke kehidupan lo. Tapi demi tuhan aku gak bisa hidup tanpa kamu,Aquenna."- Ananta. ≈≈≈≈≈≈♥≈≈≈≈≈≈≈ Mungkin memang pergi adalah jalan terbaik untuk melupakan,namun jika masih ada kesempatan yang datang,kenapa harus di lewatkan?. Hidup tak se munafik itu untuk mengingkari diri sendiri. Bila ada jalan lurus untuk kembali, kenapa harus memilih yang berkelok untuk lanjut?. Namun pada dasarnya cinta akan kembali menuju jalan takdirnya,dan pada hakikatnya pergi hanyalah jalan terakhir bila tak ada jalan lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines