PENDONOR SPERMA

PENDONOR SPERMA

  • WpView
    LECTURAS 817,233
  • WpVote
    Votos 1,461
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 12, 2025
21++⚠️⚠️⚠️ (DEWASA AREA🔞🔞) --- "Jadi, kamu bersedia menjadi pendonor spermaku?" tanya Ilona sambil menggigit bibirnya, tidak sabar untuk menerkam brondong tampan di depannya. "Semua orang di dunia akan bersedia jika menyangkut hal menyenangkan itu." jawab Darren, memberi senyuman terbaik, menunjukkan dimple yang seolah mengejek Ilona. Ilona semakin merapatkan kakinya yang terasa becek dan basah di bawah. "Then, Ride me, Baby!"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Baby's Contract✓
  • Highschool Kink
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • MOM ALANA
  • Black Marriage [SELESAI] ✓
  • The Prince's Curse
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • DONE FOR ME (SEBAGIAN DI KRYAKARSA)

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido