Devina's Story

Devina's Story

  • WpView
    Membaca 429
  • WpVote
    Vote 121
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Des 28, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Cerita Hidup ini penuh dengan cerita atau biasa yang disebut drama.Kadang bahagia dan kadang kecewa,ya berulang terus menerus seperti itu.Hanya saja kadang sesuatu yang indah selalu menjadi dambaan setiap orang yang menjalani kisah hidup mereka. Apakah harus selalu bahagia???? 'TIDAK!!' terkadang kita membutuhkan luka untuk menjadi seseorang yang kuat,dan belajar untuk tak mendapatkan luka.Apakah harus selalu kuat??? 'TIDAK!!' Karena setiap orang memiliki titik terlemahnya. 'Dia terlihat bahagia,buktinya ia selalu tertawa dengan saudara saudaranya'. Apakah kesedihan selalu diperlihatkan?? 'TIDK dan TiDAK' karena terkadang kesedihan tidak bisa dibagi,jika kau membaginya sama saja kau ingin orang lain ikut merasakannya.Apakah kau ingin menjadi pribadi yang seegois itu dan selemah itu. 'TIDAK' karena kau kuat jika kau mau,kenapa aku bilang 'jika kau mau' karena orang yang terluka separah apapun tetapi ia selalu tersenyum dan tidak membagi kesedihannya ia lah seseorang yang pantas dikatakan hebat!! @Senjanavina20
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Dari Luka Untuk Tawa✓
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Full Of Scratches
  • Let Me Love You Longer
  • Maaf' (Revisi)
  • Different [END]

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan