Story cover for Edgarong by karlinadr
Edgarong
  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Aug 03, 2019
Masa-masa SMAku yang berbelit-belit bak ular memberikanku pelajaran yang membuatku dewasa.
-Adelina Delia-

***

"Dek, tolong itu mukanya kondisiin," tegur seorang laki-laki yang merupakan ketua osisnya.

"Mau dikondisiin gimana coba, orang saya dijemur gini, panas nihh, emang situ enak diem juga di tempat teduh," jawabku jujur.

"Ohh..., berani yaaa...," bentaknya.

"Nggak, nggak berani kok, Cuma saya jujur aja."

"Tulis namanya di daftar pelanggaran, berani ngelawan, bohong pula," perintahnya pada teman disampingnya.

"Maaf kak, saya tadi bicara nggak berani, terus saya bohong apa ya?" tanyaku tidak terima.

"Kamu berani ngelawan saya, kalau ditegur ya tinggal lakuin apa susahnya sih, terus kamu bohong soal panas, muka kamu tuh emang gak bisa dikondisiin, jelek dari lahir."

"Ya terus tau gak bisa, kenapa kakak nyuruh saya kondisiin muka saya."

***

Bahkan kejadian pertama MPLS pun aku masih ingat, bagaimana bisa aku menghapus memori SMAku, sedangkan dia ada di sana.

Aku rindu...
aku sangat merindukanmu...
Aku mohon...
Kembalilah paadaku...
All Rights Reserved
Sign up to add Edgarong to your library and receive updates
or
#284masadepan
Content Guidelines
You may also like
PLUVIOPHILE by adelafawwaz
11 parts Complete
"Hari ini, aku masih menjadi pluviophile-mu. Aku rela dijatuhi derasnya rindumu padaku." - Quilladin Delina Indrawari Quilladin Delina Indrawari, gadis cantik yang lahir di tengah hirup pikuk kota lumbung padi. Dirinya terlahir di tengah keluarga berada, apa yang ia inginkan mungkin bisa terkabulkan hanya dengan mengedipkan mata. Tapi ternyata tidak, yang ia inginkan hanya ibunya. Jauzan Adlarn Praxn, lelaki sedingin es yang mempunyai wajah setampan aktor Thailand membuatnya digilai seluruh kaum wanita di sekolahnya. Tetapi di hatinya masih tetap berada satu nama. Rasenja Anindya Bailaxhe. **** "Hai, aku Delina. Quilladin Delina Indrawari." Ucapku sambil mengulurkan tangan. "Hujan," ucapnya dingin tanpa menerima uluran tanganku. Dia bahkan membuang mukanya, dan menatap jalan di depannya. Apa aku salah dengar? Jelas-jelas disini memang hujan. apakah dia mengira aku buta? Tidak ingin salah paham, aku bertanya lagi. "Maksudnya?" Ucapku sambil mengernyitkan kedua alisku. "Nama saya Jauzan Adlard Praxn. Panggil aja Hujan," dia menjawab dengan dingin lagi. Tidak menatapku. Tatapannya masih kosong ke depan. Lalu, aku membulatkan mulutku membuat huruf 'o' dan berkata, "Lucu ya, namamu Hujan." Dia hanya berdeham sebentar lalu dia tak menghiraukanku lagi. **** Bagaimanakah kelanjutannya? Karena hujan mereka bertemu, apakah karena hujan juga mereka akan berpisah? Apakah keinginan Delina bisa terkabul hanya dengan mengedipkan mata? Apakah Jauzan bisa membuka hatinya lagi untuk wanita lain termasuk Delina? Kepoin ceritanya yuk, semoga kalian suka ya. Jangan lupa ajak teman, emak, bapak, adik, kakak, nenek, kakek dan tetangga buat baca cerita ini 😁 Aku butuh dukungan dari kalian semua. Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa !
GHAVARI  by alghisty_
10 parts Ongoing
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
You may also like
Slide 1 of 10
PLUVIOPHILE cover
Because I'm Stupid (End) cover
GHAVARI  cover
Is LOVE cover
SyasaGlean (END) cover
KERTAS DAN PULPEN PUTIH? (Complete) cover
dimana janji tersebut cover
Love in Difference  cover
Love Affair : My Destiny  cover
Fall And Love cover

PLUVIOPHILE

11 parts Complete

"Hari ini, aku masih menjadi pluviophile-mu. Aku rela dijatuhi derasnya rindumu padaku." - Quilladin Delina Indrawari Quilladin Delina Indrawari, gadis cantik yang lahir di tengah hirup pikuk kota lumbung padi. Dirinya terlahir di tengah keluarga berada, apa yang ia inginkan mungkin bisa terkabulkan hanya dengan mengedipkan mata. Tapi ternyata tidak, yang ia inginkan hanya ibunya. Jauzan Adlarn Praxn, lelaki sedingin es yang mempunyai wajah setampan aktor Thailand membuatnya digilai seluruh kaum wanita di sekolahnya. Tetapi di hatinya masih tetap berada satu nama. Rasenja Anindya Bailaxhe. **** "Hai, aku Delina. Quilladin Delina Indrawari." Ucapku sambil mengulurkan tangan. "Hujan," ucapnya dingin tanpa menerima uluran tanganku. Dia bahkan membuang mukanya, dan menatap jalan di depannya. Apa aku salah dengar? Jelas-jelas disini memang hujan. apakah dia mengira aku buta? Tidak ingin salah paham, aku bertanya lagi. "Maksudnya?" Ucapku sambil mengernyitkan kedua alisku. "Nama saya Jauzan Adlard Praxn. Panggil aja Hujan," dia menjawab dengan dingin lagi. Tidak menatapku. Tatapannya masih kosong ke depan. Lalu, aku membulatkan mulutku membuat huruf 'o' dan berkata, "Lucu ya, namamu Hujan." Dia hanya berdeham sebentar lalu dia tak menghiraukanku lagi. **** Bagaimanakah kelanjutannya? Karena hujan mereka bertemu, apakah karena hujan juga mereka akan berpisah? Apakah keinginan Delina bisa terkabul hanya dengan mengedipkan mata? Apakah Jauzan bisa membuka hatinya lagi untuk wanita lain termasuk Delina? Kepoin ceritanya yuk, semoga kalian suka ya. Jangan lupa ajak teman, emak, bapak, adik, kakak, nenek, kakek dan tetangga buat baca cerita ini 😁 Aku butuh dukungan dari kalian semua. Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa !