Sepasang Hati Saling Mencari

Sepasang Hati Saling Mencari

  • WpView
    LECTURAS 56
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 3, 2020
Hei, aku adalah angin yang berlalu hilir mudik. Aku tak tahu arah tujuan, yang kutahu, saat kutemui daun layu, ia lah yang akan kubawa terbang. *** Aku adalah daun yang jatuh dari ranting, luluh, berhamburan bersama debu, terbawa angin semilir yang kulihat tak begitu yakin untuk bisa membawaku terbang ke sana ke mari. *** Perjalanan, kisah, pertemuan, perpisahan, letupan rasa dari jiwa-jiwa yang luka. Penyembuh, pengobat, penghibur dari jiwa-jiwa pengharap damai. Bacalah, siapa tahu hatimu terwakilkan. Ditulis oleh Renjana Rinjani Cilegon, Banten.
Todos los derechos reservados
#293
puisisedih
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Segelas Berdua
  • Airin & Arini
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Temporary |End|
  • We Know the Ending (Completed)
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • »The Love Behind Secrets!

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido