Seribu Kebaikan Mentari

Seribu Kebaikan Mentari

  • WpView
    Reads 696
  • WpVote
    Votes 167
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Hati pria sangat berbeda dengan rahim ibu, Mariam. Rahim tak akan berdarah ataupun melar karena harus menampungmu. Hanya akulah yang kaumiliki di dunia ini, dan kalau aku mati, kau tak akan punya siapa-siapa lagi. Tak akan ada siapa pun yang peduli padamu. Karena kau tidak berarti !!!
All Rights Reserved
#831
perempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raina Maramitha
  • Noda dalam Cinta
  • NARAYA
  • Arlan S2 (Selesai)
  • Jika (completed)
  • [TRANSMIGRASI] Invisible Twins || REMAKE
  • because Alloh
  • Let Me Be The One  ✅
  • END Rahim untuk Suamiku

~Raina Maramitha~ Baginya hidup ini benar-benar rumit, perihal perasaan yang membelenggu membuatnya seolah berada pada kepalsuan hidup. Ia tertawa, tapi tak pernah benar-benar bahagia. Ia tersenyum, tapi tak pernah benar-benar merasa baik-baik saja. "Seperti apa sebenarnya definisi kebahagiaan itu?" Ada ruang dihatinya yang terasa hampa. Ada ruang dihatinya yang terasa perih, Ada kenyataan hidup yang tak bisa diterima olehnya. Ia hanya ingin benar-benar merasa bahagia. Tidak ada rasa sakit, ketika menerima kenyataan hidup. Tidak ada rasa hampa ketika tertawa, Tidak ada rasa perih ketika tersenyum. Ia menginginkan kedamaian hati itu. Kedamaian yang membawanya pada kebahagiaan sejati. Akankah dirinya dapat merasakannya? Akankah dirinya bisa berdamai dengan keadaan? Akankah dirinya dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati? ** [Blurb] "Lo tahu, Lo orang paling jahat yang pernah gue temui," sarkas seorang pria berhoodie hitam. Raina terdiam air matanya mengalir deras di pipinya. "Demi kebahagiaan Lo sendiri, Lo tega hancurin kebahagiaan keluarga lain, hah?" sinis pria tersebut. Risa menggeleng dengan air mata yng terus mengalir. "LO MUNAFIK RAINA!" Raina jatuh tersungkur. Badannya meluruh. Hatinya terasa remuk. Semua terasa berhenti baginya. Tubuhnya melemas. Ucapan pria tersebut seolah membuat Raina hilang dari dunia ini. #Catatan: Hanya fiksi belaka #cover by Lela ig : lelasyn_

More details
WpActionLinkContent Guidelines