Dikala Senja Merindukan Pagi

Dikala Senja Merindukan Pagi

  • WpView
    Membaca 15
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Agt 11, 2019
Secara logis Senja dan Pagi tidak akan pernah bertemu kalau pun dipertemukan mungkin yang terjadi adalah sebaliknya yakni dunia yang fana ini akan hancur lebur namun bukan itu inti dari kisah ini. Diawali dalam sebuah perjalanan hidup seorang mahasiswi yang cukup cantik di kampus nya yang memiliki tubuh semampai dengan kulit kuning Langsat dan mata nya seperti matahari yang hendak tenggelam yakni sendu tapi memancarkan cahaya sejak itulah dia dipanggil dengan sebutan Senja. Satu orang lagi mahasiswa di kampus khusus para kaum adam, bisa dibilang universitas Adam, universitas Adam ini ada seorang mahasiswa yang mencolok dari mahasiswa yang lain nya. seorang laki-laki yang berperawakan tegap,gagah, jenius dan memiliki wajah yang tampan bak Arjuna dari perwayangan tak heran dia juluki Pagi karena datang tepat pada waktunya seperti mentari yang tak pernah telat menyambut pagi. Bagaimana ya jika Sang Senja tiba kembali merindukan Pagi..? ?? Soon.. Ikuti kisahnya ya...!!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Seindah Senja
  • FAJAR- The Sun After Set
  • Yang Masih Berdetak
  • Cerita Senja [Terbit]
  • Hues of You
  • Lembayung Cinta di Langit Senja (Terbit Self Publishing)
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • Langit Senja [end]
  • Bidadari Terakhir
  • Menjemput Tulang Rusuk

[COMPLETED] Aku menyukai langit senja. Indah, tak akan pernah bosan kumelihatnya seperti saat bersama Senja. Tapi sayang, kebersamaanku dengan Senja hanya sesaat. Layaknya langit senja kala warna jingga berganti hitamnya malam. Mungkin seperti itulah kebersamaan kami dulu. Hanya sesaat. Mungkinkah tak bermakna? Mungkin juga tak bersyarat. Lantas, masih pantaskah aku mengingat Senja dan tetap menyukai langit senja? ================================= Copyright © 2016 by Retno Galuh Kayatri Cerita ini dilindungi oleh Undang-undang Hak Cipta. CERITA INI HANYA PUBLISH DI AKUN WATTPAD PRIBADI SAYA. DILARANG KERAS MENYEBARLUASKAN/MEMPERBANYAK/MENGAKUI KARYA SAYA DENGAN MILIK ORANG LAIN. APABILA MENEMUKAN CERITA SERUPA, HARAP HUBUNGI SAYA KARENA SAYA TIDAK AKAN SEGAN UNTUK MENINDAK LANJUTI KE JALUR HUKUM!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan