Story cover for Mega Bestfriend by softfloralfox
Mega Bestfriend
  • WpView
    LECTURAS 541
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 541
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado ago 04, 2019
Tumbuh dewasa bukanlah suatu hal yang mudah. Lingkup pertemanan semakin sempit, tinggal jauh dari orangtua, dan permasalahan hidup yang semakin rumit seakan tak ada habisnya.

Intip perjuangan para mahasiswa baru ini dalam mengarungi kerasnya kehidupan sebagai mahasiswa. Tinggal bersama? Bukan masalah. Tugas banyak? Bisa diatasi. Dompet kosong? Bisa diatur. Cinta? Hmm, tau deh.

Mereka bukan hanya teman serumah, tetapi juga teman seperjuangan. Menimba ilmu di perguruan tinggi yang  sama, tentu ada saja halangannya. Mampukah mereka melewatinya? Atau justru tenggelam dalam problematika hidup?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Mega Bestfriend a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#62dongpyo
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Don't Talk About Money de catheryn99
55 partes Concluida
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Pasukan Tiga Belas Harapan cover
Our Baby - HWANGMINI cover
DREAM HOUSE cover
Re-Camp | 00l-01l cover
JUST FOR HEART cover
Don't Talk About Money cover
Tetangga || Choi Yeonjun (✓) cover
HAPPY US✔️ cover
Kuliah [Pdx ft. X1] -Under Minor Editing- cover

Pasukan Tiga Belas Harapan

16 partes Continúa

Asrama itu mempertemukan mereka. Takdir memaksa mereka tinggal bersama. 13 manusia dengan latar belakang dan luka yang berbeda belajar bertahan di tengah tekanan hidup, keluarga, dan masa depan yang tidak pasti. Dari canda sederhana hingga konflik yang tak terhindarkan, mereka menemukan arti persahabatan yang sesungguhnya. Namun, ketika rahasia mulai terkuak, kebersamaan mereka tidak lagi sesederhana dulu. Pasukan 13 Harapan adalah kisah tentang mimpi, keberanian, dan harapan yang tumbuh di tempat yang paling tidak sempurna. ©imnaush_, 2025