AkaLa
  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Ternyata benar, tidak baik berharap terlalu besar kepada seseorang. Sebab suatu hari nanti orang yang kau harapkan akan mematahkan hatimu sedemikian patah hingga memberi alasan dan menangisinya sebanyak apapun tak ada lagi gunanya" Bagai di sambar petir di siang bolong, ucapan Shilla membuat Azka bagai di tusuk dengan beribu panah. Ia tak tak sanggup melihat gadisnya menangis karena ulahnya sendiri. Dengan berani Azka berjalan ke arah Shilla berusaha untuk memeluknya tapi semakin Azka maju semakin Shilla mundur. "Cukup Ka, gue udah tau dia lebih berarti buat lo dibanding gue. Buat apa gue bertahan jika lo lebih percaya dia daripada gue Ka. Jangan buat gue berharap lagi sudah cukup gue tersakiti. Dan makasih atas sakit yang selama ini lo berikan, gue pamit Ka dari kehidupan lo dan semoga lo bahagia bersama dia" "Nggak Cil, gue cinta sama lo" "Tapi lo sayangkan sama dia?" Azka diam dia tak tau harus menjawab apa. Memang benar adanya yang dikatakan Shilla. "Hahaha lo diam kan. Lo emang sayang sama dia. Maka dari itu biarkan gue pergi" Ucap Shilla terkhir kalinya dan berlalu pergi meninggalkan Azka sendirian disana. "Maaf Cil, gue gak bermaksud" gumam Azka menyesal. Ia merasa sangat bodoh, gak berguna. Ia gak bisa menjaga komitmen sebagai laki-laki. Ia merasa dirinya sangat brengsek.
All Rights Reserved
#984
manurios
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KIARA [END]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Bahagia & Luka (END)
  • ADYRA
  • AZKARA dan KANIA (End)
  • My Badboy Boyfriend
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • My star
  • LIEUTENANT RIYYADH ISKANDAR (End)

"Ra, are you okey?" tanya Aksa. "I'm fine" "Gak usah bohong, maaf kalau kesannya gak sopan" jeda Aksa "tadi gue sempet denger kata-kata bokap lo". "Udah biasa kok" "Kalau mau nangis.. Nangis aja, ra" jeda Aksa "lo anak baik, lo udah berusaha. Jangan memikul beban lo sendirian gue ada di sini". "Jangan ngerasa lo sendirian, jangan ngerasa lo terlalu banyak membebani gue. Gue malah seneng kalau di bebani lo, masa cewek keras kepala ini mau nyerah". "lo kan pernah bilang ke gue, jangan pernah menyerah kalau mau itu semua terkabulkan berarti kita harus berusaha keras" "Gue.. Bersyukur masih punya lo, sa" ucap Kiara. "Gue gak bakal kemana-mana, gue bakal selalu ada di samping gadis cantik bernama KIARA MACKENZIE". "Pokoknya lo harus janji, janji liat gue jadi dokter" "Gue janji, Ra" Akan kah Aksa menepati janjinya? ⚠️WARNING ⚠️ Cerita ini sebagian ada dalam hidup ku, dan sebagian lagi aku ngarang. Aksa memang nyata! Dia ada di dunia ini, namun kisah dan ending nya aku buat berbeda..di tahun ini aku akan mencoba melupakan nya. Maaf jika masih ada typo🙏 Happy Reading

More details
WpActionLinkContent Guidelines