We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
I'm fine:))

I'm fine:))

  • WpView
    Reads 363
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 15, 2020
WpInfo
Poetry
Setiap hari aku diam-diam memandangmu, Aku merasa senang saat kau juga memandangku Sampai-sampai aku berfikir bahwa dirimu punya perasaan yang sama denganku. Tapi aku sadar bahwa diam-diam kau menyukai wanita lain, Yang tak lain dia adalah temanku Walau..... Dirimu tak mengungkapkannya kepada orang lain Tapi dari pandanganmu sudah jelas kau menyukainya. Tenang saja akan tetap ku pandang dirimu walau matamu memandang yang lain.
All Rights Reserved
#326
suarahati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • Between Love and Obsession!
  • Chained - JaeSeulgi (M)
  • Love Walking
  • Echoes of the past [END]
  • LOVE ME PLEASE!
  • No Label. | Yoo Jaeyi x Woo Seulgi
  • BUTTERFLY (Metamorphosis Of The Soul) - [✓]
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines