Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
SAMAR
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 10, 2021
Disebuah ruangan terdengar isakan dari seorang gadis ia menangis karena dibentak oleh seseorang yang tak lain adalah ayahnya. "Jangan kekanakan kamu Rachel, papah tidak pernah mengajarkan kamu untuk bersikap kurang ajar. Kamu pikir pernikahan ini main-main. Persiapan pernikahanmu sudah hampir selesai, dan kamu mau membatalkan begitu saja. Apa kamu mau mempermalukan keluarga kamu?" Dengan tergugu gadis itu berusaha untuk menelan tangisannya yang tidak mau berhenti atas bentakan sang ayah, "Maafkan Rachel pah, pernikahan ini harus dibatalkan aku gak mau menikah dengan laki-laki yang membohongiku dari awal. Dia tega menutupi masalah sebesar ini, aku kecewa aku tidak mau menikahi laki-laki pembohong sepertinya." "Dia berbohong seperti itu karena papah yang menyarankan, jika dia jujur sedari awal mana mungkin kamu mau dikenalkan dengan dia. Kamu pasti bersikap apatis dan menolak dia secara terang-terangan." Suara laki-laki paruh baya itu sudah mulai melunak, sambil memejamkan mata ia mencoba bersabar saat menghadapi sang putri. Gadis itu membelakan matanya sambi menatap marah papahnya, "Jadi sedari awal ini adalah rencana papah semuanya skenario papah, aku tidak menyangka papah tega membohongiku. Kenapa pah, kenapa papah melakukan semua ini? Apa karena aku anak yang tidak diharapkan papah sehingga papah mau menjualku kepada keluarga laki-laki pembohong itu?" Plak, suara tamparan terdengar nyaring dari ruangan itu seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunya Rachel menangis begitu kencang melihat sang suami menampar anak gadisnya. "Cukup, hentikan omong kosong mu ini Rachel Vardah Yusra aku tidak akan pernah membatalkan perjodohan ini kamu akan tetap menikah. Walaupun tanpa persetujuanmu." Iapun lalu pergi meninggalkan ruangan itu, Rachel termagu tatapannya kosong begitu mendengar keputusan sang Ayah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • syanin
  • Oriana's Wedding Diary (Akan Tersedia Di Gramedia 8 Mei 2017)
  • Tum Ho Mera Pyaar [ TAMAT ]
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • cool guy and a girl cool unified because of love
  • Alinka's Story! [Completo]
  • JODOH salah ngomong
  • Bad Papa

Bukan apa-apa sih sebenernya, cuma cerita gaje tentang seorang Ceo muda dan Cewek petakilan yang menikah karna terpaksa. Pemaksaan dari masing-masing orang tua mereka yang menjodohkan anaknya dengan cara yang berbeda. Tapi karna kepolosan mereka yang tidak mengetahui perihal perjodohan itu, mambuat mereka harus sangat terpaksa menerima status baru mereka menjadi Pasutri yang sah. Niat awal sih boongan, eh malah jadi beneran. Yang awal perjanjian cuma sebulan, eh malah keterusan. Belum lagi bawel nya para besan yang meminta segera diberikan cucu. Dan lagi, sebenarnya mereka sudah memiliki pasangan masing-masing yang harus rela pacar nya menikah dengan orang lain untuk sementara. Banyak keributan-keributan kecil di dalam rumah tangga mereka yang udah kaya Drama UpinIpin-eh. Rumah yang sama sekali gak pernah sepi sama teriakan masing-masing yang selalu ngeributin masalah sepele. Sampai pada akhirnya salah satu dari mereka harus menyatakan kalah dengan perasaannya sendiri yang datang tanpa permisi. Apakah hubungan mereka akan terus berlanjut? Atau justru berakhir karna Fakta nya tidak ada yang mengharapkan pernikahan itu terjadi. Nantikan kisah Pasutri Gaje ini bersama-sama:v ••• "Gue mau cere sekarang juga, gak nahan gue punya suami Siluman bagong kaya lo!" "Eh, Lo kira siapa juga yang mau punya Istri macem kudanil kaya lo! Huhh!" "Sembarangan lo Ucok! Gini-gini gue cantik banyak yang demen!" "Halah, biji pentol aja belagu!" "Weh, iri bilang sahabat!" "Najis!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines