Maafkan Aku Ibu

Maafkan Aku Ibu

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 8, 2020
WpInfo
Poetry
Tagsyanti
Ibuku sayang... Maafkanlah anakmu ini Karena masih saja melawanmu Bahkan mengabaikan nasehatmu Maafkan aku Karena belum bisa jadi anak yang baik Bahkan jauh dari kata berbakti Akan tetapi aku selalu sayang padamu Aku juga selalu berdoa yang terbaik Untuk dirimu ibu... Maaf Bu.. Karena sampai saat ini pun Aku belum mampu memberikan kebahagiaan bagimu Maafkanlah... Anak yang tak tau diri ini Pantaskah aku masuk surga Sedangkan jalan menuju surga itu Telah aku sakiti hatinya Sering ku abaikan nasehatnya Namun aku juga takut dineraka Dan kini hanyalah doamu Serta ridho maaf darimu Yang ku inginkan didunia ini Karena ridho darimu lah Yang bisa mengantarkan ku kesurganya Karena doa mu lah penyemangat hidupku Demi meraih sukses dan bisa membahagiakanmu suatu saat nanti
All Rights Reserved
#21
yanti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The CHOICE
  • KENANGAN TERAKHIR KITA
  • Optimus Pater [Completed]
  • save me
  • Ad Meliora || END✓
  • Javas Drexzer [END]
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • CINTA UNTUK ALYA
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)

~Melihatnya tersenyum adalah kebahagiaanmu. Tapi, apa senyuman itu masih berlaku jika ternyata dia hidup dalam ketidaktahuan? Apa kau akan mengatakan Yang sebenarnya? Sedangkan jika dia mengetahui segalanya, kau takut akan kehilangannya lagi~ ~Bukankah kita bersaudara? Kau pernah bilang bahwa tidak Ada rahasia dalam keluarga. Aku sudah berjanji tidak akan meninggalkanmu. Bisakah kau sepenuhnya percaya padaku? Apa Karena Aku Sudah terlalu banyak membohongimu?~ ~Bisakah kau hanya percaya pada kami saja? Tidak peduli itu benar atau tidak. Bukankah itu Hal Yang sangat mudah? Kau sudah melakukan itu sejak kau lahir. Jadi, tetaplah seperti itu. Jangan pernah berubah~ ~Jujurlah! Katakan sakit jika itu sakit. Jangan menanggungnya sendirian. beban itu terlalu berat untuk kau pikul sendirian. Setidaknya beri Aku kesempatan untuk memperbaikinya. Apa permintaanku ini terlalu sulit? Jika iya, katakan iya! Itu akan membuatku merasa lebih baik~

More details
WpActionLinkContent Guidelines