DiaDias

DiaDias

  • WpView
    Leituras 1,846
  • WpVote
    Votos 331
  • WpPart
    Capítulos 34
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jan 26, 2021
Dia cowok cuek dengan sejuta keromantisan Dichat, Dia yang memanggilku dengan panggilan Tembam, Dia cowok yang sangat berbeda ketika sedang berdua dan saat kumpul bersama temannya, Dia cowok seribu malu dan Gengsi yang tinggi. Iya Dia Dias, Dia adalah Pandaku. Sangat senang bisa mengenalmu Dias dan Terimakasih untuk Cinta, kasih sayang, dan kenangan indah. Darimu aku tau, Rasa sakit, dan cinta yang terbagi. Tanpa mu aku tak bisa menulis ini. -Aneisha A.F "Orang tembem, pokoknya sekarang manggilnya tembem ah!" "Oh jadi, panggilan kesayangan buat aku Panda nih?" "Cewek macam apa lo, gue semakin yakin lo itu cuma cewek bar-bar yang menjadi beban buat Dias!" Note: Lagu yang paling pas untuk cerita ini Aldy Maldini ~ Biar Aku Yang Pergi.
Todos os Direitos Reservados
#67
cintadanrahasia
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ANELKA CALVARY
  • Pengagum Rahasia
  • diSHAhil
  • Antara seamin dan seiman
  • Ada Cinta di SMA (End)
  • DATANG SETELAH LUKA (Proses Terbit)
  • INDICATOR OF LOVE (✔)
  • AKSARA
  • PELANGI
  • Cinta Di SMK♥ (On Going)

"Betah banget tu tangan di pegang ketos songong itu" "Maksudnya lo" "Lo milik gue Dis, gak ada orang yang boleh nyentuh lo" "Lepasin gue" "Gak sebelum lo , bilang lo mau jadi pacar gue" "Anelka lo gila ya" Orang yang menarik tangan Disa paksa itu adalah Anelka. "Gue gila karena elo" "Pergi gue , gue gak akan jadi pacar lo" "Mau kita buktikan" Belum sempat menjawab Anelka telah lebih dahulu melumat bibir Disa. Bukan nya menolak Disa malah seakan mengikuti permaian Anelka. "Gue kenapa, kok gue nerima perlakuan dia" Batin Disa berkecamuk" Sesaat kemudian Anelka melepaskan pangutan mereka berdua. "Katanya gak suka, kenapa gak nolak" Ucap Anelka dengan smrikannya. "Sekarang lo milik gue, pulang gue anter masalah motor lo biar gue yang urus" Baru saja Disa hendak membantah. "Gue gak Terima penolakan." Anelka meninggalkan Disa di sudut ruangan itu. "Shit, ada apa sama gue, apa iya gue suka sama Anelka? Ahh gak mungkin! " Batin Disa.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo