Story cover for Dendelion  by labilel_09
Dendelion
  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Aug 06, 2019
Cerita ini agak berbeda, berbelit-belit ,dan membosankan. Yah... Tapi kalau mau dibaca yah silahkan😊😊. Tapi apakah kalian akan mengigat semua nama mereka??

*Di ingatyah namanya.

Cerita ini mengandung sedikit kata kasar,campuran bahasa dan receh!!

Dan satu lagi deh cerita ini agak gaje menurut akunya,tapi kalau kalian suka yah wes silahkan atuh di lanjut bacanya.

Terus cerita ini tuh aku buat berdasarkan imajinasi aku yah,tapi ada juga sedikit bagian yang aku ambil dari orang tapi gak banyak ko hehe,jadi ceritaku ini cuman 88% dari imajinasi ehe.

Kalau ada yang kurang mengerti yah silahkan di komen biar saya kasi mengerti kepada manteman oke👍


Jangan lupa di follow yah!

Selamat membaca manteman.

Kalau tidak suka yah gapapa juga sih.
All Rights Reserved
Sign up to add Dendelion to your library and receive updates
or
#99virus
Content Guidelines
You may also like
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
17 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Dear Dera - The Story of Denan and Raya by thisisvina26
24 parts Ongoing
[DIHARAPKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA DAN JANGAN LUPA VOTE DI SETIAP PART] Hai saya Auna singkatan dari Author Vina. Daripada hanya dipanggil author atau cuma namanya, lebih baik di gabung saja menjadi Auna. Biar gampang, hehe. Auna mau menjelaskan spoiler cerita ini. Jadi, di cerita Dear Dera itu menceritakan kisah tentang seorang gadis bernama Raya yang menyukai seorang laki-laki bernama Denan. Mereka kelas sebelas, dan akan naik ke kelas dua belas. Denan ini merupakan ketua basket di sekolahnya sekaligus ketua gengster yang bernama Darklion. Ia memiliki wajah yang tampan rupawan. Siapa saja yang melihatnya pasti langsung tertarik padanya. Termasuk Raya. Perempuan yang bersifat ramah, tegas, dan juga penurut. Gadis itu menyukai Denan sejak awal bertemu. Hingga dua tahun ia mengejar sosok yang dipujanya. Setiap harinya si gadis selalu merecoki Denan. Tak disangka ketika ia menceritakan kisahnya kepada sang Ibu justru disuruh untuk menjaga jarak. Gadis itu menurut. Ia benar benar menjaga jarak dari Denan. Tetapi ada suatu hal yang membuat Denan tidak bisa membiarkan Raya menjauh. Denan berjanji untuk menjaga gadis itu. Kira-kira bagaimana kelanjutan kisah mereka? Hayo penasaran gak tuh?? Buruan baca ceritanya!! |Diharapkan follow dulu sebelum mulai baca.| |Jangan lupa vote, komen, dan share juga yaa | Terimakasih ^^ ⚠️Mohon maaf jika ada kesamaan nama, alur, dan tokoh. Semua itu tidak disengaja. ⚠️Besar harapan saya agar para pembaca bertindak bijak. ⚠️Dilarang memplagiat. Jika ada unsur kesamaan yang tidak disengaja akan Auna maklumi. Sumber pict : pinterest
Tacenda (TIDAK DILANJUTKAN)  by Cappucatllie
8 parts Ongoing
YUK FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA 💗 "Kenapa?" "Kenapa harus lo?" Ucapnya dengan nafas tercekat dan binar mata yang hampir luruh. Sementara si gadis hanya bisa terdiam sambil mengigit bibir bawahnya kuat-kuat. Delaney harus merasakan rasa sakit yang sesungguhnya. Gadis itu juga tidak menyangka akan berakhir seperti ini. "Gue-" "I don't need an explan from you, Libie. Gue nggak bisa maafin lo" Delaney mengepalkan tangan, tersenyum kecut sebagai responnya. Hanya ini kalimat yang mampu dia katakan untuk mengakhiri semua. "Oke, kalo begitu kita akhiri saja. Reanvaz ayo putus" ***** Rasa marah, benci dan kecewa tak bisa dihindari oleh Reanvaz Griffith Ryker. Setelah mengetahui fakta kalau orang yang paling berharga dalam hidupnya pergi karena kekasihnya. Rean menjadi benci. Saking bencinya hingga dia tidak ingin lagi melihat gadis itu. Kebenaran terungkap saat seseorang yang paling dirinya tidak percaya muncul memberikan fakta mengejutkan. Fakta yang langsung mengguncang seluruh tubuhnya, fakta yang perlahan mengubah cara pandang Rean tentang gadis itu. Kini Rean menjadi merasa bersalah dan berharap semua kejadian di masa lalu dapat dirinya perbaiki walaupun mungkin terdengar mustahil. Akankah Rean bisa memperbaiki hubungannya yang nyaris hancur tersebut? Ini tentang Reanvaz Griffith Ryker ketua geng motor bernama DAMMAGE, seorang cowok yang meminta sesuatu yang sederhana. Keluarga. Disini lain gadis cantik bernama Delaney Bellatrix Libitina harus terjebak dengan lingkaran semesta yang tidak memberikannya keadilan dan terpaksa harus memikul beban ini sendirian. ***** Hi guys ini cerita pertama aku. Semoga kalian suka yaaa <(˶ᵔᵕᵔ˶)> Note : Banyak kata-kata kasar dan adegan kasar yang tidak pantas untuk ditiru. Mohon bijak dalam membaca. Feed me on social media : https://www.instagram.com/cappucatllie/
You may also like
Slide 1 of 8
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
ECCEDENTESIAST (COMPLETED) cover
Dear Dera - The Story of Denan and Raya cover
Tacenda (TIDAK DILANJUTKAN)  cover
AKSA & AFNA  cover
Don't Leave Me (TAMAT) cover
BIRA cover
You Are The Reason cover

ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

17 parts Ongoing

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***