Flower is Nothing, Without Rain

Flower is Nothing, Without Rain

  • WpView
    Reads 240
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2020
Bunga Mawar. Makna dari nama depan Ocha, Delarosa Waranggani. Dari apa yang Mamanya pernah katakan, bunga mawar itu melambangkan kecantikan perempuan. "Kuncup bunga mawar keliatan cantik dan segar, sama seperti gadis remaja yang beranjak dewasa." Itu adalah kalimat yang pernah Ocha dengar dari Mamanya ketika beliau sedang menyiram tanaman berduri itu suatu hari. Mudah sekali ditebak jika Mama Ocha menyukai tanaman berbunga harum itu, sehingga beliau menamai anak gadisnya dengan makna serupa dengan bunga mawar. Berharap Putri yang di lahirkannya tumbuh menjadi seorang gadis yang bisa menjadi sosok seperti filosofi-filosofi tentang bunga mawar yang begitu populer itu. "Tapi Cha, mawar tetap aja bunga. Dan bunga nggak ada tanpa air, jadi Mama perlu nyiraminnya setiap hari supaya bunganya tetap hidup." Copyrightⓒmaharaninukila Agustus, 2019
All Rights Reserved
#4
ocha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When You Talk
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • First Love (Baby Monster X Treasure)
  • Sulung
  • TACENDA
  • Bitter Sweet [END]
  • SECOND CHOICE || royeon
  • COLLIDE [RamYeon] ✔

"Oh lo yang namanya Frisilla, cewek bar-bar aja bangga." "Cowok datar aja kok dibangga banggain!" ----- "AAA!!! KECOAAAA!!" teriak Ardha tiba-tiba seraya mendorong tubuh Frisilla cepat. "Mana kecoa mana kecoa?" Frisilla panik, entah kenapa itu terjadi. Mungkin hanya karena gertakan Ardha yang membuat Frisilla terkejut setengah mati. "AWAASS!! ITU KECOA!! DI BAJU LO, DI BAJU LO!!" Wajah ketakutan Ardha membuat gelak tawa terdengar di seantero SMA Bumantara. Pasalnya, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. "HAHAHAH..." Frisilla tertawa terbahak bahak. Ia mengambil kecoa itu dan mendekatkannya ke wajah Ardha, tepat di depan manik mata pria itu. Degh... degh... "HUWWAAA!!! GILA!! ADA KECOA!!!" Ardha berlari terbirit-birit menjauhi Frisilla. "HAHAHA!! KETUA OSIS KOK TAKUT KECOA!!" tawa Frisilla semakin membuncah. Ia terus mengejar Ardha dengan seekor kecoa di tangannya. ----- "Ada kata yang tak bisa ku utarakan dengan begitu leluasa, ketika kamu berbicara dan mengartikan semuanya dengan sebelah mata." -Frisilla Oktaviani- ----- Note: Ini adalah hasil karya nubar kelompok kiyut. Me and partner @Ronajingga12_ @lutthar @ichilalehu Yang diselenggarakan oleh komunitas @EarthWriters20_ Publish ulang setelah sekian lama unpublish. Sengaja, seni mencintai diri sendiri. ©Agustus2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines