Ingin Kumiliki

Ingin Kumiliki

  • WpView
    Reads 3,648
  • WpVote
    Votes 264
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sun, May 23, 2021
Yang bilang cinta tak harus memiliki, pasti belum pernah jatuh cinta. "Kalau Mas Bagas-mu itu begitu hebat, kenapa kamu nggak pacaran aja sama dia?" -Erik Danurwenda, pacar eh mantan Anaya- "Tolong jaga jarak dengan Mas Bagas. Sebentar lagi dia akan menjadi hak saya." -Ida Ayu Witri Rengganis, calon tunangan Bagas- "You are my first love, Anaya." -Bagas Aria Wicaksana- "I love you too, Mas Bagas." -Anaya Rumi Wicaksana- Sebuah novelet tentang cinta yang hadir tanpa pandang bulu. Perjuangan dua insan mencoba mengingkari perasaan, karena secara legal mereka tidak bisa saling memiliki, tak peduli seberapapun besarnya cinta mereka. Pic: canva.com
All Rights Reserved
#24
balerina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • RAINBOW
  • Cinta di Persimpangan
  • Dosen Killer | END✔
  • Pacaran Sama... Dokter Cuek! (Selesai)
  • SAHABATKU TEMAN HIDUPKU.
  • MAINSTREAM [2]
  • Arsyilazka
  • Silent, Please! (Re-up)

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines