Never Be Alone

Never Be Alone

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 7, 2020
[slow update] "Katanya keluarga adalah tempat kebahagiaan Tempat kehangatan. Tempat bercerita bersama dengan lainnya Tempat berkumpulnya para orang yang kita sayang dan cinta. Tapi kenapa aku tidak merasa kan nya? Dan kenapa aku tidak pernah mengalami nya?" -Bulshit Jika gue bahagia dan tertawa. Gue enggaklah setegar itu, setegar yang kalian kira dan kalian duga. Itu hanya cover yang gue pasang didepan saja- Ressa -gue juga nggak mau mandang dari cover aja, maka dari itu gue boleh masuk ke hati Lo, dan menjadikan Lo milik gue- Kean -sabarlah Res, semuanya akan berlalu dan Lo akan bahagia bersama dia bukan bersama "mereka"-Alula Setelah hujan deras tidak pasti terbit pelangi. Dan gue seperti itu jika gue rapuh.
All Rights Reserved
#55
kean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Belia & Keandra (END)
  • Serpihan Luka
  • 180° [END]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  •  ANATHA
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • Arsyilazka
  • Temporary |End|
  • Neyralgis||On Going
  • HER

Selamat membaca, jangan lupa follow sebelum membaca🤗 Note: Baca hingga selesai jangan skip ya😁 𝓓𝓸𝓷❜𝓽 𝓬𝓸𝓹𝔂 𝓶𝔂 𝓼𝓽𝓸𝓻𝔂 ~~~~ "Gausah ngelak lo! dasar pembawa sial! gara-gara lo persahabatan gue sama Wildan retak" Keandra menendang dan mengacak meja dan bangku kelas yang baru saja ditata oleh Belia. "STOP Keandra! aku udah capek beresin ini semua. Kenapa kamu malah acak-acakin" Belia mencoba menghentikan Keandra. "Kemarin-kemarin aku masih bisa diam atas semua yang kamu lakuin ke aku. Kali ini engga Ndra! aku masih punya harga diri!" Isak Belia. "Mentang-mentang lo udah good looking jadi berani sama gue? gitu?" Keandra maju menghimpit tubuh Belia hingga menabrak tembok kelas. Dicekiknya leher Belia sangat erat. "Lo harus mati sekarang!" Ujar Keandra sambil tertawa. "Setelah lo mati, populasi orang miskin berkurang hahaha" Belia mencoba mengatur nafasnya yang tercekat. Dirinya benar-benar sesak karena dicekik oleh tangan Keandra dengan cukup kencang. "Ak-u ikhl-as Ndra, kalau kam-u ma-u bu-nuh a-ku se-karang. A-ku si-ap" Belia menatap Keandra sambil tersenyum. "Dasar cewek bodoh! miskin udik! kenapa lo cinta sama gue hah!" Belia menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak mempunyai alasan mencintai Keandra. Ya rasa itu datang begitu saja. "Hm kayanya gue ga puas kalau sekedar cekik lo. Lo harus terima akibatnya karena udah provokasi Wildan sampe keluar dari Darghost!" Keandra mengambil pisau lipatnya. Entah sadar atau tidak Keandra menusukan pisau itu ke perut Belia. "Aw-h ma-ma pa-pa akhirnya ak-u menyus-ul ka-lian.." Belia terkapar dengan darah yang lumayan banyak. ~~~ Warning⛔ Dilarang plagiat🗡️ Yuk baca👇 kalau ga suka tinggalin ajah ( '◡‿ゝ◡') Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat ataupun alur karena itu asli pemikiran saya sendiri. ♥╣[-_-]╠♥ # 9 in angan |30-12-21| # 1 in belia |30-12-21| # 1 in rintihanhati |30-12-21| # 1 in keandra |30-12-21| # 3 in sint

More details
WpActionLinkContent Guidelines