Kenapa Bukan Aku?

Kenapa Bukan Aku?

  • WpView
    Reads 19,224
  • WpVote
    Votes 1,762
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2020
Saat aku mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain, kamu datang. Saat aku menangis, kamu selalu ada untuk meminjamkan bahu untukku bersandar. Aku mencintai dia. Dia mencintai yang lain. Kamu penolongku disaat aku tersesat. Dan dia yang selalu mengirim teka-teki sudah mempunyai tempat. Saat aku memilih tempatku bersandar kamu berkata, "Kenapa bukan aku?" --------------------- Publish pertama kali : 07 Agustus 2019 Selesai : Masih berlanjut Copyright © 2019 by Chrisdya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • ZEVILYO EZYAN
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • KATA SEMESTA
  • A Complicated Heart
  • Way To You (END)
  • Merayakan Kehilangan (Selesai)
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • SAMA
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines