"Yakin? Cuman teman?"
Haechan lamat-lamat memandang manajernya yang kini tengah berdiri didepan dirinya dan Bianka.
"..ya, cuman teman," Haechan mengangguk lalu menunduk.
Perlahan senyum Bianka terukir, menatap kedua sepatunya dengan sendu.
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
"Katanya, kita cuma teman. Tapi pelukannya selalu hangat, dan ciumannya selalu membuatku lupa diri. Kami sepakat: tanpa cinta, tanpa ikatan. Tapi kenapa hatiku mulai berharap lebih?"-yn