Kata Dalam Diam

Kata Dalam Diam

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 8, 2019
" Terasa menyedihkan ketika hati menginginkan, jiwa membara ingin merealisasikan, tetapi raga tak tergerak melakukan sebab ada bisikan menyesatkan. " Apa yang akan dilakukan ? Diam saja. Ya, hanyut dalam kesesatan ____________ Tulisan ini, Sekedar bait kata yang merealisasikan perasaanku, kamu atau semua orang Sekedar bait kata dari seorang yang masih jauh dari kata baik Sekedar bait kata dari seorang yang ingin berkata tapi tak berucap Sekedar bait kata dari seorang yang masih belajar Selfreminder Temukan di ig : @syifakh.sa and @syf.khrnnsa
All Rights Reserved
#256
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Rindu Tanpa Lafaz
  • Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam [END] -> TERBIT
  • My Promise To Allah [END]✓
  • Imam Hati ✔️ (Part Lengkap)
  • Cinta Untuk Nabila (SELESAI✔)
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines