WhatsApp Love Story

WhatsApp Love Story

  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 18, 2019
Mengalah Demi Sahabat ✔ Berawal dari story WhatsAap. Nyaman tapi salah orang. Kebenaran menimbulkan luka. Kisah yang rumit. Salah menempatkan perasaan. Menepis sebuah rasa. *** Hay temen-temen jangan lupa follow akunku dan jangan lupa pula vote serta feedback sebanyak-banyaknya. Dengan kamu vote dan feedback kamu udah buat aku senang dan semangat untuk terus berkarya. 😊😊😊😊 Mampir kesini yuk. https://my.w.tt/e6p7ptNBhZ
All Rights Reserved
#48
kekompakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Tuhan Cinta Kita
  • HOME FOR WOUNDS
  •  Empathy (On-Going)
  • Aku Kamu Dan Dia
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Dibalik Topeng Kebahagiaan
  • Antara Jarak Dan Waktu

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines