DENDAM 2 INSAN

DENDAM 2 INSAN

  • WpView
    Reads 2,590
  • WpVote
    Votes 308
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing2h 5m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2020
Kisah seorang gadis yg baik tapi tidak sebaik yg kita sangka... Sombong, dingin, berani, Dan kejam Itulah dia... tk pernah nak duk diam... membuatkan fareez terasa ingin mengenalinya dengan lebih dalam lagi... bagi nya dia adalah seorang gadis yg Misteri kerana sifatnya... ****** Berita... ~ Pembunuhan Misteri Seorang mayat yg tidak dapat di kenal pasti dijumpai di dalam semak di hutan terbiar dalam keadaan tubuh badannya dikerat sejumlah 18 keratan... dan tubuhnya yg tidak dapat di kenal pasti siapa kah identiti mayat tersebut Pembunuhan yg Misteri? Kerana di lakukan tanpa sebarang kesan... siapa kah pembunuh ya? Banyak tanda tanya yg keluar... , ***** "terukkan? Kejam sangat pembunuh tu kalau aku lah aku campak je takyah kerat kesian family dia..." - fareez "pandai buat pandai tanggung lah org dulu dulu katalah... mesti dia ada buat something tak pun... hurm kene bunuh takpe sebab?" - sakura Siapa sakura? Apa pula kene mengena dengan berita tersebut? Siapa sebenarnya fareez? Nak tahu? Bacalah First cover :- @sofieya01 Second cover :- @bittersweetsz The last cover :- @ArfaSibil Thank you kepada korang bertiga sebab sudi buatkan cover 😍 nurin bersyukur plus amatlah menghargai usaha kalian
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • [C]✓Mrs. Maiq Hakimi
  • 𝐑𝐚𝐡𝐬𝐢𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐑𝐚𝐲𝐪𝐚𝐥 ∆ 𝐂
  • °•° THE SECRET OF WEATHER°•°
  • His Favourite Melody.
  • Unspoken Things
  • DANISH HAIZIQ |✓

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines