Andira

Andira

  • WpView
    Reads 3,290
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
Dear readers, mon maaf jika banyak perubahan dalam cerita ini. Karna memang aku sering merevisi cerita ini secara tiba2 tanpa pemberitahuan apa2. Jadi mohon maaf dan simak terus ceritanya. Mencintainya bukanlah keinginan Andira, namun setiap kejadian dihidupnya yang membawanya jatuh cinta pada sosok Reidan. Bagi Andira mencinta Reidan adalah kewajiban sebagai seorang istri. Dengan segenap raga dan rasa Andira belajar dan bertahan dalam perih dan getirnya pernikahan. Bukan hal yang mudah membuat Reidan jatuh cinta padanya. Masa lalu Reidan menjadi penghambat segalanya. Namun kesetian dan pengorbanan Andira meluluhkan segalanya.
All Rights Reserved
#128
andara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Villain's Mother

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines