Dejarte

Dejarte

  • WpView
    Reads 3,280
  • WpVote
    Votes 1,611
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 1, 2024
[End✔] FYI: maaf jika banyak kesalahan dalam pengetikkan dan kata kata yang tidak sesuai dengan PUEBI karena author masih belajar dalam menulis. "Ah, iya Rista. Nerd girl yang waktu itu, ya? Padahal, kan gaya itu cocok banget buat lo." Nicky berusaha memprovokasi Rista seperti dulu agar rasa percaya dirinya hancur sehingga dengan mudah Nicky akan mengalahkannya. "Bedak lo berapa cm tebalnya sih sampai bikin lo jadi kayak tante tante gitu, hahahah," ucap irene menambahkan membuat hati Rista lagi lagi tersakiti. Gadis itu merutuki dirinya karena bertemu dengan circle Nicky pada waktu begini. "Dengar, ya nerd girl. Mau lo jadi cantik kayak dulu atau engga, bagi kita semua lo itu tetap sama. Ga ada bedanya sama jal*ng yang diluar sana. Karena lo nama baik sekolah kita waktu itu tercoreng!" tungkas Nicky mengungkit masa kelam yang telah ia kubur. -cuplikan chapter 36 Penasaran kelanjutannya? Tambahkan cerita author ke perputakaan kalian ya dan jangan lupa vote biar author tambah semangat!^^ Happy reading! Update setiap malam minggu!
All Rights Reserved
#480
girlfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • BUNGKAM
  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • What If [SUDAH TERBIT]
  • Converge With You [On Going]
  • Effort 2 [ Completed ]
  • Beside Me √
  • Ari dan Ara (Sudah Terbit)
  • Destino [SELESAI]
  • 41 HARI
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines