Kejar Qadarullah

Kejar Qadarullah

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2020
Lelah, meredam ghariza nau yang telah lama tumbuh, tak bisa patah. Syukurlah, Allah selalu mengulurkan tangannya di kala hambanya kesusahan . Sekarang, buah usahaku ada disini. Disampingku duduk menyenderkan kepala dibahuku yang katanya susah untuk di raihnya jika tak duduk di alas yang lebih tinggi dariku. Ada satu kalimat yang membuatnya terlihat lucu saat mengucapkannya. "tinggimu berfaedah" ucapnya sambil mengusap kepalaku seolah aku anak baik budi
All Rights Reserved
#3
yukngaji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Insyaa Allah...
  • Syair Cinta Az Zahra
  • SEBATAS PERNAH [REVISI] [HIATUS]
  • Dibawah Hujan [END]
  • Gus Pilihan Sang Abi
  • Ketulusan cinta AYUNA  [TAMAT] belum Revisi
  • Mengagumi Dari Barisan Jamaah
  • Secret Admirer Senior.

Jika mencintai adalah hak semua orang, kenapa sangat sulit untuk merasakan perasaan ini untuk dirinya yang begitu sempurna. Sudah kucoba banyak cara untuk bisa mencintainya dengan berbagai kekuranganku. Aku tahu, aku begitu jauh darinya. Baiklah, jika memang dia bukan wanita yang sudah Allah tulis namanya di pohon lahul mahfudz. Maka biarkanlah dia mencari kebahagiaanya sendiri. Mungkin memang perjuanganku sudah cukup sampai disini. Selamat tinggal dan Ahlan wa Sahlan engkau yang disana.... -Fawwas- Sudah sejauh ini pengorbananku untuknya. Allah pasti tahu ikhtiar dan juga setiap rapalan doa yang selalu kesebut namanya didalam doaku. wajahnya yang begitu manis dan teduh, seakan menyihir duniaku yang begitu monokrom. Tawanya mampu mengalihkan segala gundah gulana dan beban pikiranku. Ya Allah, jika engkau meridhai rasaku ini. Semoga rasaku ini akan sampai pada kata qabul dihadapan saksi dan semua orang nanti. Bahwa hanyalah aku yang berhak atas dirinya... -Fauzan- Apapun yang manusia kerjakan, pasti tidak akan luput dari khilaf. begitu pula Fauzan dan Fawwas. Dua lelaki yang berjuang untuk mendapatkan hati seorang gadis bercadar. Apakah gadis ini akan berakhir dengan pesona Fawwas sang Playboy hijrah? Ataukah akan terjerat dengan sisi lembut dan humoris seorang Fauzan? Hanya Allah yang dapat menentukan segalanya. Sungguh, hanya Allah yang dapat memilih yang terbaik diantara yang paling baik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines