Mengagumi Dari Barisan Jamaah
Di antara barisan jamaah, aku hanya bisa menunduk, menyembunyikan rasa yang tak seharusnya ada. Suaranya menggema, melantunkan shalawat dengan begitu merdu, seolah menyentuh sisi terdalam hatiku yang penuh dosa.
Aku bukan siapa-siapa, hanya seorang pendosa yang mencoba menemukan jalan pulang. Tapi mengapa setiap kali suaranya mengalun, aku merasa seakan Allah sedang memberiku petunjuk ?
Apakah aku mengaguminya karena cintaku pada shalawat, atau justru karena hatiku masih rapuh menghadapi godaan dunia ?