AL DAN EL

AL DAN EL

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa lo suka gue?," ia bertanya, menatap seorang gadis di depannya dengan datar. "Kenapa lo juga benci gue?," bukannya menjawab, Elara balik bertanya. Tidak ada jawaban. Dia hanya menatap Elara tanpa ada niat menjawab pertanyaan gadis di hadapannya. Kehidupan yang di penuhi segalanya membuat seorang Elara Centauri tidak pernah mengenal kata kehilangan. Ia terlalu menikmati hidupnya hingga tidak merasakan bahwa perlahan-lahan sang kehancuran mulai datang pada kehidupannya. Maaf jika banyak sekali kata atau ejaan yang salah. Jangan lupa follow dan tinggalkan jejak kalian. Vote dan koment sebanyak-banyaknya.
All Rights Reserved
#24
ramah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Epiphany [Completed]
  • ALFAREZI [On Going]
  • ALdanDara [Selesai]
  • FIZYA
  • Ragashka [END]
  • ARDHANI [ On-going ]
  • ELLGAR (TAMAT)
  • Sincere (Nara)
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines