Me & My Boss
  • WpView
    LECTURAS 65
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ago 26, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Kau kecewa padanya?" "Tidak" "Lalu kenapa kau menangis setelah kejadian tadi?" "Mana mungkin aku kecewa padanya, aku hanya kecewa pada diriku sendiri," "Kecewa pada dirimu sendiri?" tanya Bella memastikan. "Hmm, aku kecewa karna tidak bisa berhenti mencintainya," Diam, satu hal yang bisa dilakukan Bella setelah mendengar jawaban Hanna. "Move on, kau pasti bisa," ucap Bella sembari menepuk bahu Hanna dan menampilkan sederet gigi putih untuk memberi semangat. "Mungkin," balas Hanna dan menatap langit biru. ... Mencintai tanpa dicintai itu memang sakit. Kita harus punya kesabaran ekstra untuk menunggu orang yang kita cintai membalas perasaan kita. Tapi yang namanya cinta, menunggu pun akan dilakukan. Menunggu tanpa kepastian, menunggu tanpa kejelasan, itu yang sedang dilakukan Hanna. Mengorbankan waktunya selama 1 tahun penuh, untuk menunggu balasan cinta, tapi penolakan yang harus ia terima setiap harinya. Ia tidak menyerah, ia ingin berjuang lebih lama lagi, tapi waktu tak mengizinkannya untuk merasakan sakit yang lebih dalam. Hingga seseorang menyadarkannya, bahwa ia layak mendapatkan pria yang lebih baik. Terpaksa, ia harus meninggalkan pria pujaan hatinya selama bertahun-tahun. Dan selama bertahun-tahun itu pula, ia harus melupakan Arsen. Sulit, itu pasti.
Todos los derechos reservados
#709
cintasepihak
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • You're Here, But Not For Me
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Rendra & Lila [END]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • UNREQUITED LOVE
  • Please, Love Me (END)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido