Langit Tanpa Awan

Langit Tanpa Awan

  • WpView
    Reads 1,755
  • WpVote
    Votes 282
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Mon, May 4, 2020
Asyifa Oktavia Lexa. Seorang gadis ceria, pintar, pemberani, dan tangguh ini menghadapi kehidupannya dengan baik. Bahagia selalu. Tetapi semenjak kedatangan Arya dan Aldi dalam kehidupannya, kehidupannya kini seperti menjadi orang tolol yg meladeni 2 orang gila itu. --- "Syif, liat ni bola" kata Arya sambil memperlihatkan bola basket yg didepannya. "Kenapa emang?" tanya Asyifa yg melihat Arya hanya memegang bola itu. "Tau ga persamaannya lo ma bola ini?" kata Arya. "Kagak, emng apaan?" "Sama-sama jelek! Hahaha" --- "Syif, lo bisa bawa tu tumpukan kertas kagak?" tanya Aldi yg sedang berada diruangan Osis bersama Asyifa. "Bisa lah, lo pikir gue apaan kagak bisa angkat" jawab Asyifa. "Oh iya, kan elo emang gitu" kata Aldi. "Emang gitu gimana?" tanya Asyifa. "Gendut, hahaha" ------ Skuy baca gaesssssssssss EMMA APRILIA Prolog 11 Agustus 2019
All Rights Reserved
#20
hilang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • You Belong With Me
  • KESAYANGAN RAKHA
  • Pretending Love [END]
  • Beside Me √
  • Topeng di balik Senyuman
  • LUKA BIASA GADISKU
  • I LOVE YOU MR. COOL (Slow Updated)
  • Diantara Kalian
  • Langit Yang Merenggut Cinta

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines